Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Pastikan Thailand dan Kamboja Akan Tanda Tangani Perjanjian Damai di Malaysia

📅 Minggu, 26 Okt 2025, 13:07 WIB | Oleh:
Trump Pastikan Thailand dan Kamboja Akan Tanda Tangani Perjanjian Damai di Malaysia Doc: dok
Ket. Donald Trump

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump memastikan bahwa penandatanganan deklarasi penyelesaian konflik antara Thailand dengan Kamboja akan berlangsung di hadapannya saat tiba di Malaysia.

"Saya sedang dalam perjalanan menuju Malaysia, dimana saya akan menandatangani Kesepakatan Damai yang luar biasa, yang dengan bangga saya mediasi antara Kamboja dan Thailand," ujar Trump di akun Truth Social.

Dalam unggahannya, Trump juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ibu Suri Thailand (Sirikit). "Saya menyampaikan belasungkawa kepada Rakyat Thailand yang Agung.

"Saya akan bertemu dengan Perdana Menteri mereka yang luar biasa (Anutin Charnvirakul) saat kami mendarat. Untuk mengakomodasi semua orang dalam acara besar ini, kami akan menandatangani Perjanjian Damai segera setelah kedatangan," tambahnya.

Trump akan tiba di Malaysia dalam kunjungan kerja pada hari Minggu pukul 10.00 waktu setempat. Ia akan menghadiri KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sebagai tamu kehormatan.

Selain mengawasi penandatanganan perjanjian damai antara Thailand dan Kamboja, agendanya meliputi perundingan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan penyelesaian kesepakatan perdagangan.

Sementara itu, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul membatalkan kunjungannya ke Malaysia karena wafatnya Ibu Suri Sirikit. Janda mendiang Raja Bhumibol (Rama IX) dan ibu dari Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X) yang berkuasa, yang meninggal dunia pada Jumat di sebuah rumah sakit di Bangkok di usia 93 tahun.

Namun, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Charnvirakul diperkirakan akan kembali ke Malaysia pada Sabtu malam atau Minggu pagi untuk menandatangani deklarasi gencatan senjata dengan Kamboja.

Sengketa perbatasan yang telah berlangsung puluhan tahun antara Thailand dan Kamboja berubah menjadi konflik bersenjata pada 24 Juli, dengan kedua negara tetangga saling tembak-menembak artileri dan serangan udara.

Kedua belah pihak melaporkan adanya korban jiwa, termasuk warga sipil. Pada 4 Agustus, mereka mengumumkan gencatan senjata segera, yang diikuti oleh kesepakatan resmi mengenai implementasinya beberapa hari kemudian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.