Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sinergi Pemerintah dan Pengusaha Jaga Ketahanan Industri

📅 Rabu, 29 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Sinergi Pemerintah dan Pengusaha Jaga Ketahanan Industri Doc: istimewa
Ket. Ombudsman RI (ORI)

Jakarta – Ombudsman RI (ORI) menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci menjaga ketahanan sektor industri sekaligus memastikan roda perekonomian nasional tetap berjalan di tengah ketidakpastian global.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Ombudsman RI Rahmadi Indra Tektona saat melakukan kunjungan ke pabrik di Malang, Jawa Timur, Jumat (24/4). Ia menyoroti berbagai tekanan eksternal, seperti konflik di Selat Hormuz dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang turut memengaruhi stabilitas operasional industri.

"Ini kemudian akan berpotensi merugikan masyarakat," ujar Rahmadi dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (28/4).

Seperti dikutip dari Antara, Rahmadi menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi, memperkuat pengawasan ketersediaan bahan baku serta suku cadang, dan menghadirkan kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan usaha. Selain itu, pelaku usaha juga didorong untuk meningkatkan efisiensi, memperbaiki kualitas layanan, serta beradaptasi dengan dinamika global guna menjaga pelayanan publik tetap optimal.

Kunjungan lapangan tersebut dilakukan untuk meninjau kondisi sektor manufaktur dan jasa transportasi yang tengah menghadapi tekanan global, mengingat dampaknya juga berpengaruh pada layanan publik, khususnya di bidang transportasi.

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan dunia usaha saat ini berfokus menjaga efisiensi operasional di tengah kenaikan harga energi, terutama BBM dan LPG nonsubsidi.

“Pelaku usaha cenderung akan mengambil pendekatan yang wait and see, sambil menjaga efisiensi operasional dan stabilitas arus kas,” kata Wakil Ketua Umum Apindo Sanny Iskandar di Jakarta.

Ia mengakui kenaikan harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina sejak 18 April cukup signifikan, dengan Pertamax Turbo naik sekitar 6.300 rupiah per liter, sementara Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing naik sekitar 9.400 rupiah per liter. Kenaikan pada BBM diesel bahkan mencapai lebih dari 60 persen dibandingkan harga sebelumnya.

“Kenaikan ini memberikan tekanan tambahan bagi dunia usaha dalam jangka pendek, khususnya bagi industri yang menggunakan BBM nonsubsidi,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Setelah AGI, Dunia Harus Si...

Masa Depan Bursa Dipertaruhkan

25 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Luar Negeri
Prancis Konfirmasi Kasus Eb...
Rona
Data Biometrik SIM Benarkah...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.