Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPD RI Berharap Kurikulum Peradaban Harus Jadi Muatan Lokal di Tanah Papua

📅 Minggu, 26 Okt 2025, 07:15 WIB | Oleh:
DPD RI Berharap Kurikulum Peradaban Harus Jadi Muatan Lokal di Tanah Papua Doc: antara foto
Ket. Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Filep Wamafma

WASIOR - Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Filep Wamafma berharap kurikulum tentang peradaban dan nilai-nilai tokoh misionaris Ishak Samuel Kijne harus diakomodasi ke dalam muatan lokal oleh lembaga pendidikan di Tanah Papua.

Pemikiran Kijne yang menekankan iman, ilmu, dan tanggung jawab moral telah menjadi fondasi peradaban orang asli Papua melalui sekolah formal pertama di Aitumeri, Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat, pada 25 Oktober 1925.

“Sejarah dan filosofi Kijne jangan hanya diingat, tetapi perlu diajarkan secara sistematis di sekolah,” kata Filep saat menghadiri perayaan 100 tahun Aitumeri di Wasior, Sabtu.

Dia menyebut, pemerintah daerah perlu menindaklanjuti gagasan tersebut melalui penyusunan kurikulum muatan lokal yang relevan, sehingga warisan nilai-nilai luhur Kijne mendapat penguatan dan tidak dilupakan oleh generasi muda Papua.

Lembaga pendidikan harus menjadi sarana untuk menanamkan nilai moral, etika, dan spiritualitas sebagaimana yang telah diajarkan Kijne, agar generasi muda tidak kehilangan identitas dan jati diri sebagai orang asli Papua.

“Anak-anak perlu memperoleh referensi yang cukup. Kalau tidak, 20–30 tahun ke depan, mereka sulit memahami filosofi hidup orang Papua,” ujarnya.

Filep menambahkan, integrasi nilai-nilai Kijne ke dalam kurikulum pendidikan menjadi bagian dari upaya membangun manusia Papua yang berakar pada sejarah dan budaya sendiri di tengah derasnya arus modernisasi.

“Jika kurikulum ini diterapkan, maka itu bukan sekadar pelajaran sejarah, tetapi upaya membangun manusia Papua yang beriman, berilmu, dan berkarakter,” kata Filep yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan, perayaan 100 tahun Aitumeri bukan sekadar mengenang sejarah peradaban, melainkan momentum meneguhkan arah pembangunan berdasarkan nilai iman, ilmu, dan kasih yang ditanamkan Kijne.

Pemerintah Provinsi Papua Barat saat ini telah meluncurkan program strategis seperti Papua Cerdas, beasiswa afirmasi bagi mahasiswa asli Papua, serta peningkatan kualitas guru dan infrastruktur sekolah di daerah terpencil.

"Ini momen refleksi bagi seluruh pemerintah daerah di Tanah Papua untuk perkuat komitmen pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan," ujar Dominggus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.