Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Gelombang 2,5 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Nusa Tenggara Timur

📅 Minggu, 26 Okt 2025, 12:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Gelombang 2,5 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Nusa Tenggara Timur Doc: Antara Foto
Ket. Kondisi di wilayah perairan pesisir Kota Kupang, NTT.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat dan pengguna jasa kelautan untuk mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 1,25 sampai 2,5 meter di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (26/10) hingga Rabu (29/10).

“Waspadai potensi gelombang kategori sedang dengan kisaran 1,25 sampai 2,5 meter yang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah laut NTT pada 26-29 Oktober 2025,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Yandri Anderudson Tungga dalam keterangannya di Kupang, Minggu.

Ia menyebutkan potensi tinggi gelombang (1,25-2,5 meter) berpeluang terjadi di perairan Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, perairan selatan Sabu-Raijua, perairan utara Kupang-Rote, dan perairan selatan Timor-Rote.

“Secara sinoptik, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah tenggara menuju barat daya dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 20 knot,” ujarnya.

Adapun kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, perairan selatan Alor-Pantar, perairan selatan Flores, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Sumba, perairan Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, dan perairan selatan Timor-Rote.

Yandri menambahkan kecepatan angin tersebut juga berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di setiap wilayah perairan itu.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jasa kelautan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keselamatan pelayaran.

Ia menjelaskan jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter dapat berisiko bagi pengguna perahu nelayan, sedangkan bila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter berisiko bagi operator kapal tongkang.

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini gelombang laut di wilayah NTT yang berlaku pada 26-29 Oktober 2025, karena itu Yandri mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dan terkini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.