Modernisasi TNI-AL: Kemenhan Pertimbangkan Pembelian Tujuh Fregat Bekas Tiongkok
📅 Jumat, 24 Okt 2025, 14:23 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPada saat yang sama, potensi kesepakatan ini menyoroti peran Tiongkok sebagai pemasok utama kapal perang berbiaya rendah bagi negara-negara berkembang, sebagai bagian dari strategi Beijing untuk menyaingi dominasi ekspor pertahanan Barat melalui penawaran yang lebih fleksibel dan hemat biaya.
Jika rencana ini terealisasi, Indonesia akan bergabung dengan daftar negara-negara seperti Bangladesh, Nigeria, dan Myanmar yang telah mengintegrasikan fregat buatan Tiongkok ke dalam armada mereka sesuai dengan kebutuhan nasional masing-masing.
Bagi Tiongkok, transfer ini bukan sekadar transaksi komersial, tetapi alat strategis untuk membangun ketergantungan pertahanan jangka panjang serta memperluas pengaruhnya di kawasan maritim utama.
Bagi Indonesia, keputusan ini lebih praktis — meningkatkan kapasitas pertahanan maritim dengan biaya terjangkau sambil menjaga keseimbangan diplomatik antara kekuatan besar dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesimpulannya, penilaian perolehan fregat Tipe 053H mencerminkan realitas strategis Indonesia sebagai negara kepulauan yang berusaha menyeimbangkan kemampuan, biaya, dan kedaulatan dalam lingkungan maritim Indo-Pasifik yang semakin bergejolak.
Apakah usulan ini akhirnya difinalisasi atau tetap menjadi kajian internal, hal ini menggarisbawahi komitmen Jakarta untuk mempercepat perluasan armada angkatan lautnya dan memperkuat kontrol perbatasan maritim di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Jika disetujui, langkah ini akan memperkuat kehadiran angkatan laut Indonesia, meningkatkan kemampuan pelatihan dan patroli, serta memperkuat pencegahan jangka panjang negara ini — bahkan ketika menghadapi tantangan logistik dan interoperabilitas baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada akhirnya, evaluasi fregat Tipe 053H bukan sekadar upaya untuk mendapatkan kapal bekas, melainkan simbol kelanjutan transformasi maritim jangka panjang Indonesia — sebuah proses yang terus membentuk keseimbangan kekuatan laut di kawasan Asia Tenggara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!