Modernisasi TNI-AL: Kemenhan Pertimbangkan Pembelian Tujuh Fregat Bekas Tiongkok
📅 Jumat, 24 Okt 2025, 14:23 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo STiongkok telah lama berupaya memperkuat hubungan pertahanan dengan Indonesia melalui kombinasi penjualan aset militer, pelatihan bersama, dan kemitraan industri.
Dalam dua dekade terakhir, pemerintah telah memperoleh rudal antikapal C-705 dan C-802 untuk digunakan pada platform pertahanan pantai dan kapal perangnya, di samping sistem artileri roket dan kerja sama terbatas di bidang radar.
Pada tahun 2024, negosiasi juga dilaporkan mencakup transfer teknologi dalam sistem tak berawak serta otomatisasi pembuatan kapal, yang mencerminkan niat Beijing untuk memposisikan dirinya sebagai mitra utama dalam pembangunan maritim Indonesia.
Namun, perkembangan ini terjadi dalam lanskap geopolitik yang semakin kompleks dengan persaingan kekuatan besar di kawasan Indo-Pasifik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia, meskipun mempertahankan kebijakan netralitas, kini menghadapi tekanan untuk menyeimbangkan hubungan antara kekuatan besar, terutama di tengah ketegangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat atas Laut Tiongkok Selatan, Taiwan, dan masalah kebebasan navigasi.
Kepulauan Natuna, yang terletak di bagian selatan Laut Tiongkok Selatan, terus menjadi titik panas karena patroli Indonesia sering menjumpai keberadaan kapal penangkap ikan dan kapal penjaga pantai Tiongkok di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) negara tersebut.
Akuisisi kapal buatan Tiongkok oleh Indonesia dengan demikian membawa pertimbangan diplomatik yang rumit — meskipun dapat meningkatkan kapasitas pertahanan maritim, hal itu juga menciptakan persepsi ketergantungan strategis terhadap Beijing di antara mitra regional seperti Australia, Jepang, dan Amerika Serikat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertimbangan Operasional dan Logistik
Dari perspektif operasional, kapal kelas Tipe 053H menawarkan kemampuan dasar tetapi telah terbukti efektif untuk tugas-tugas masa damai seperti pencarian dan penyelamatan (SAR), penegakan hukum maritim, dan pelatihan gabungan.
Ukuran kapal yang sederhana dan daya tahannya membuatnya cocok untuk tugas pertahanan pantai, pengawalan konvoi, dan operasi anti-pembajakan — peran yang tetap penting di perairan Indonesia yang luas.
Namun, keterbatasan dalam sistem peperangan anti-udara (AAW) dan peperangan anti-kapal selam (ASW) membatasi kemampuan tempur kapal di lingkungan dengan ancaman tinggi yang melibatkan musuh dengan kemampuan rudal jarak jauh dan kapal selam siluman.
Oleh karena itu, para analis melihat fregat ini lebih cocok sebagai aset pendukung atau "penyangga" yang dapat mengurangi tekanan operasional pada kapal-kapal modern bernilai tinggi.
Integrasi ini juga akan memungkinkan fregat modern untuk digunakan dalam misi terdepan di wilayah berisiko tinggi, sementara kapal Tipe 053H yang telah diperbarui dapat berfokus pada peran di perairan domestik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!