Modernisasi TNI-AL: Kemenhan Pertimbangkan Pembelian Tujuh Fregat Bekas Tiongkok
📅 Jumat, 24 Okt 2025, 14:23 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SJika diserahkan kepada Indonesia, kapal-kapal tersebut diharapkan akan menjalani proses perombakan sebagian, terutama pada aspek sistem propulsi, radar, dan sistem manajemen tempur untuk menyesuaikannya dengan standar operasi terkini dan memastikan tingkat kompatibilitas tertentu dengan infrastruktur digital TNI-AL yang semakin maju.
Namun, implikasi logistik dari pengintegrasian platform buatan Tiongkok ke dalam armada yang saat ini terdiri dari kapal-kapal buatan Barat, Turki, dan lokal tidak dapat diremehkan.
Inventaris TNI AL kini mencakup berbagai desain dan sistem — mulai dari korvet buatan Inggris, fregat kelas SIGMA buatan Belanda, fregat kelas ISTIF buatan Turki, hingga kapal serbaguna kelas PPA buatan Italia — masing-masing menggunakan arsitektur teknik, elektronik, dan persenjataan yang berbeda.
Pengenalan kapal Tipe 053H, yang menggunakan standar dan sistem propulsi unik Tiongkok, memerlukan ekosistem pemeliharaan khusus, program pelatihan tambahan, dan rantai pasokan suku cadang khusus, yang dapat meningkatkan biaya pemeliharaan jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Modernisasi Angkatan Laut dalam Kerangka Kekuatan Esensial Minimum
Kampanye modernisasi angkatan laut Indonesia, yang telah diintensifkan sejak awal 2020-an, berpusat pada doktrin Minimum Essential Force (MEF) , yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pencegahan yang kuat dan memastikan kontrol maritim atas lebih dari 17.000 pulau di negara ini dan tiga jalur komunikasi laut utama.
Doktrin tersebut membayangkan suatu struktur kekuatan berlapis-lapis yang menyeimbangkan aset teknologi tinggi dengan platform dukungan yang lebih hemat biaya untuk memastikan kehadiran berkelanjutan dan cakupan pengawasan yang komprehensif di seluruh kepulauan Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Akuisisi terkini seperti dua fregat kelas PPA buatan Italia, KRI Brawijaya (320) dan KRI Prabu Siliwangi (321) , menggambarkan investasi Indonesia dalam kapal perang generasi terbaru yang mampu melakukan operasi perang anti-udara, anti-kapal selam, dan perang permukaan.
Pada saat yang sama, kolaborasi dengan Turki membuahkan program fregat kelas Istif , sementara perusahaan galangan kapal lokal PT PAL terus mengembangkan Fregat Merah Putih sebagai inisiatif untuk memperkuat kemampuan galangan kapal lokal dan mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal.
Dalam konteks ini, partisipasi tujuh fregat Tipe 053H buatan Tiongkok berpotensi menjadi solusi sementara untuk memperkuat kemampuan patroli dan pelatihan tanpa mempengaruhi pendanaan program modernisasi utama.
Langkah ini juga akan membantu Indonesia mempertahankan kehadiran maritim berkelanjutan di wilayah berisiko rendah seperti Laut Jawa dan Selat Makassar, sembari memfokuskan aset modern seperti fregat dan korvet di wilayah yang lebih sensitif seperti Laut Natuna dan jalur timur dekat Laut Tiongkok Selatan.
Memperkuat Hubungan dengan Beijing dalam Dinamika Indo-Pasifik Baru
Dari perspektif strategis, transfer fregat Tipe 053H mencerminkan kebijakan akuisisi pragmatis Indonesia serta upaya berkelanjutan Beijing untuk memperluas ekspor pertahanan dan pengaruh maritimnya di Asia Tenggara.Produk pertahanan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!