Trump Dikecam Kamala Harris, Gedung Putih Gelar Konferensi Pers
📅 Jumat, 02 Mei 2025, 11:16 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP
JAKARTA - Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menggelar konferensi pers setelah Kamala Harris mengecam Presiden Donald Trump dalam pidatonya di San Francisco.
“Teruslah bicara Kamala Harris“.
Itulah pesan yang disampaikan Gedung Putih kepada pers pada Kamis (1/5) pagi, beberapa jam setelah mantan wakil presiden Kamala Harris mengkritik Presiden Donald Trump pasca 100 hari pertamanya sebagai presiden.
"Saya kira saya mewakili semua orang di Gedung Putih. Kami mendorong Kamala Harris untuk terus keluar dan memberikan pidato," kata Leavitt dalam jumpa pers di Gedung Putih saat ditanya tentang reaksi presiden terhadap pidato Harris.
Harris muncul di acara gala peringatan 20 tahun Emerge di Palace Hotel di San Francisco pada Rabu (30/4), mengkritik agenda Trump.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Alih-alih pemerintahan berupaya memajukan cita-cita tertinggi Amerika, kita menyaksikan pengabaian besar-besaran terhadap cita-cita tersebut," katanya.
Wakil kepala staf Gedung Putih Stephen Miller mengatakan penampilan Harris merupakan 'pengingat' betapa 'berbahagianya' rakyat Amerika karena Trump yang berada di Ruang Oval, bukan Kamala Harris.
Miller mengatakan jika Harris menang, kebijakan Biden yang membawa bencana akan terus berlanjut dan menyebabkan 'berakhirnya Republik Amerika.'
Sebaiknya Anda baca juga:
"Satu-satunya hal yang ingin didengar rakyat Amerika dari Kamala Harris adalah permintaan maaf karena bergabung dengan Joe Biden, ingatlah dia adalah kepala perbatasan, dalam membantu dan bersekonngkol dalam invasi ke negara kita," katanya, menyebutnya sebagai 'noda abadi pada partai Demokrat.'
Harris hanya berbicara sekitar 15 menit di pesta gala San Francisco, tetapi menjelaskan dengan sangat jelas bahwa ia ingin kembali ke panggung politik.
Harris mendesak Demokrat untuk mencari inspirasi dari sekelompok gajah di Kebun Binatang San Diego saat gempa bumi baru-baru ini.
"Begitu mereka merasakan bumi berguncang di bawah kaki mereka, mereka membentuk lingkaran dan berdiri berdampingan untuk melindungi yang paling rentan," katanya. "Pikirkanlah. Sungguh metafora yang kuat."
Ia juga berbicara kepada para influencer yang pro-politik, mendesak mereka untuk tetap bersama dan menentang agenda Trump.
"Orang-orang juga punya hak untuk merasa lelah dan kewalahan, jadi marilah kita cari tempat yang aman untuk bersama-sama membicarakan hal itu, tetapi pada akhirnya untuk mengatasinya bersama-sama dan untuk mengatasinya," katanya kepada Zackory Kirk.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!