Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semarang Hidup Lagi! Agustina Janji Perbanyak Festival Seni dan Budaya Tiap Kecamatan

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 18:32 WIB | Oleh:
Semarang Hidup Lagi! Agustina Janji Perbanyak Festival Seni dan Budaya Tiap Kecamatan Doc: ANTARA/HO-Pemkot Semarang
Ket. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama para peserta Lomba Melukis Kipas dan Payung 2025, di Semarang, Minggu (19/10).

SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berkomitmen memperbanyak event seni dan budaya pada tahun depan untuk melestarikan kearifan lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti menargetkan setiap kecamatan dapat menggelar festival kreatif seperti lomba melukis payung dan kipas secara rutin.

"Saya minta kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata nanti berikutnya lomba bisa diadakan berkala. Mungkin dari kecamatan masing-masing agar diorkestrasi pada satu bulan yang sama," katanya.

Jadi, kata dia, nanti ada semacam festival payung yang setiap kecamatan semua dan menampilkan kreasinya dari hasil karya warga masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya usai menutup Lomba Melukis Payung dan Kipas 2025 di Mal Up Town Semarang yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.

Ia percaya bahwa even kreatif semacam itu tidak hanya akan menggairahkan masyarakat kembali, tetapi juga membawa dampak positif terhadap ekonomi lokal.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Kota Semarang telah menunjukkan peningkatan pesat, dan berharap dapat mendekati 8 persen pada akhir tahun sehingga kegiatan berbasis komunitas semacam itu menjadi penunjang penting.

"Otomatis kalau akan memamerkan karya (ada lomba di tingkat kecamatan), warga akan bersih-bersih juga. Ekonomi di situ akan mulai bergerak, dari UMKM dan lain sebagainya karena ada keramaian," katanya.

Sementara itu, Koordinator Penyelenggara Lomba Melukis Payung dan Kipas 2025 Teo Ruddy menjelaskan bahwa even tersebut diinisiasi oleh Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

"Karena ke depannya dari kipas dan patung ini bisa menumbuhkan ekonomi kreatif dan juga 'value' dari desa-desa wisata dan pariwisata di Kota Semarang," katanya.

Ia menyebutkan peserta lomba tersebut total berjumlah 400 orang, terbagi atas 200 peserta lomba lukis kipas dan 200 peserta lomba lukis payung dari berbagai rentang usia.

"Untuk pesertanya kebetulan antusiasnya tinggi. Tidak ada batasan usia dan 'free'. Kalau untuk peralatan cat dan media mewarnai nya mereka bawa sendiri, tapi untuk kanvas payung dan kipasnya disediakan oleh pemerintah kota," katanya.

Tema yang diusung dalam lomba melukis kipas dan payung adalah "Warak Ngendog" yang merupakan ikon Kota Semarang, yang merupakan hewan mitologi akulturasi dari berbagai budaya.

"Penilaian (pemenang, red.) tentunya adalah orisionalitasnya, kemudian kebersihan dan kesesuaian tema yang mencakup tentang destinasi pariwisata Kota Semarang dan juga mitologi dari Kota Semarang, Warak Ngendog," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Advertisement
astra2
Advertisement
gaia musik festival
Luar Negeri
Jerman Batasi Ruang Gerak d...
Luar Negeri
Inggris Berantas Habis Disk...
Advertisement
gaia musik festival
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.