Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bukan Lagi Sekadar Ikan Air Tawar, Tilapia Kini Primadona Ekspor

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bukan Lagi Sekadar Ikan Air Tawar, Tilapia Kini Primadona Ekspor Doc: ANTARA/ HO-KKP.
Ket. Ilustrasi - Ikan nila salin atau tilapia.

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) menegaskan nila atau disebut juga tilapia kini menjadi komoditas andalan baru ekspor perikanan Indonesia, khususnya untuk pasar Amerika Serikat dan Eropa.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut produksi tilapia terus didorong untuk menjawab tingginya permintaan pasar global. Diantaranya dengan pengembangan kawasan budidaya ikan nila salin (BINS) Karawang, serta melakukan revitalisasi tambak Pantura untuk komoditas tersebut.

“Dua program itu untuk meningkatkan kapasitas produksi nila nasional sekaligus memastikan bahwa seluruh proses budidaya memenuhi standar internasional yang berlaku,” ujarnya di Jakarta, Minggu (17/5).

Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP KKP, Erwin Dwiyana, mengungkapkan bahwa ikan tilapia saat ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen global. Ikan tilapia dikenal sebagai Chicken of The Sea karena memiliki rasa yang ringan (mild) dan mudah diolah, dengan kandungan protein tinggi mencapai 20 hingga 29 gram per 100 gram sajian. Selain itu, tilapia rendah lemak jenuh serta mengandung Omega-3, 6, 9, vitamin B12, dan mineral bermanfaat lainnya.

"Saat ini tilapia menjadi komoditas ekspor kita yang zero penolakan. Kami melihat standar global sangat penting diperhatikan. Mulai dari persyaratan wajib seperti GMP-SSOP, HACCP, Health Certificate, dan Nomor Registrasi, dan diperkuat sertifikasi buyer-driven seperti GLOBALG.A.P., ISO 22000, SQF, BAP, ASC dan BRC, semuanya dilengkapi oleh seluruh eksportir kita sehingga pasar percaya dengan produk kita," ucap Erwin.

Menurut Erwin kelengkapan sertifikasi inilah yang menjadi kunci utama kepercayaan pasar internasional terhadap produk perikanan Indonesia, sehingga tilapia asal Indonesia diterima dengan baik tanpa adanya penolakan di negara tujuan ekspor.

Produsen utama

Berkat penerapan standar sertifikasi yang ketat tersebut, Regal Springs Indonesia sebagai salah satu produsen utama ikan tilapia di Indonesia berhasil mencatatkan pencapaian signifikan di pasar internasional. Perusahaan ini sukses memasok jaringan pub terkemuka di Inggris bernama Greene King.

Tri Dharma Saputra, Direktur Regal Springs Indonesia, mengungkapkan bahwa keberhasilan menembus pasar Eropa tidak terlepas dari terpenuhinya 37 sertifikasi yang salah satunya adalah ASC atau Aquaculture Stewardship Council. "Dengan adanya ASC ini maka budidaya perikanan Indonesia dituntut untuk bertransformasi. Semua diukur, dicatat, dan dievaluasi. Mulai dari pengelolaan air, pemberian pakan, hingga proses menjaga kesehatan dan kesejahteraan ikan. Transformasi ini memastikan bahwa tilapia Indonesia tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan," terangnya.

Di Inggris, Tilapia sukses diolah menjadi menu fish and chip hingga hidangan boneless yang memberikan pengalaman fine dining berkualitas tinggi dengan tingkat keluhan konsumen yang sangat rendah. Selain itu, dari segi harga, ikan ini sangat kompetitif dibandingkan dengan jenis ikan putih lainnya sehingga mampu merebut pangsa pasar yang sebelumnya didominasi oleh spesies whitefish yang lebih mapan seperti ikan kod dan ikan trout.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Sumut Resmi Larang Pengguna...
Megapolitan
Polisi Ringkus Pemalak yang...

Menbud Ungkap Jadwal Terbit Buku Sejarah Baru

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menbud Ungkap Jadwal Terbit...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.