Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kehormatan, Jakarta Gelar Kejuaraan Dunia Senam Artistik. Pertama di Asean

📅 Senin, 20 Okt 2025, 00:34 WIB | Oleh:
Kehormatan, Jakarta Gelar Kejuaraan Dunia Senam Artistik. Pertama di Asean Doc: ist
Ket. senam indah

JAKARTA – Untuk pertama kali Jakarta menjadi tuan rumah kejuaraan dunia senam artistik. Ini juga pertama diselenggarakan di Asia Tenggara. Gelaran berjudul “The 53rd Artistics Gymnastics World Championship” ini dimulai Minggu (19/10). Acara digelar di Indonesia Arena, Jakarta. Jakarta mencatatkan sejarah menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Senam Artistik pertama yang digelar di Asia Tenggara.

Presiden Federasi Gimnastik Indonesia, Morinari Watanabe, menyebut Jakarta ideal sebagai kota penyelenggaraan. Watanabe juga berterima kasih atas kerja keras Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) dan panitia penyelenggara.

"Jakarta, kota yang kaya budaya. Masyarakatnya hangat dan dinamis. Jakarta adalah kota yang sempurna untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia," jelasnya dalam pembukaan Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 Jakarta.

Watanabe juga mengapresiasi Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), yang diketuai Ita Yuliati, dan semua panitia lokal yang terlibat. "Dedikasi dan profesionalisme kalian sangat menginspirasi," tutur dia.

Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia Ita Yuliati mengatakan kejuaraan diikuti lebih dari 400 atlet dari seluruh dunia. Ini bukan sekadar kompetisi. "Ini adalah asa dan mimpi Gimnastik Indonesia yang menjadi nyata,” tuturnya.

Gelaran ini menjadi sebuah tonggak dalam perjalanan untuk menumbuhkan dan menggelorakan gimnastik di Indonesia secara lebih luas dan masif. Ita juga menyebut kejuaraan tersebut tak hanya menjadi panggung untuk menunjukkan keunggulan, tetapi juga perjalanan lahirnya cerita-cerita inspiratif dan menjadi motivasi generasi muda gimnastik Indonesia.

"Haarpannya, agar mereka selalu mengingat, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi. Juga tidak ada gerakan yang terlalu sederhana untuk tampil di panggung dunia," ujarnya. Dalam sambutannya, Ita juga mengajak hadirin memberikan penghormatan terakhir untuk Naufal Takdir Al Bari.

Naufal tidak sempat mencicipi kemegahan podium Kejuaraan Dunia karena wafat di Penza, Russia, 25 September 2025. Dia meninggal di usia 19 tahun. "Di tempat ini, pernah tumbuh sebuah harapan dari gymnast muda kami, Naufal Takdir Al Bari. Sayang dia tak sempat menggenapi mimpinya untuk tampil di kejuaraan dunia. Namun, semangat Naufal tetap hidup, menjadi bagian dari semangat kita semua," jelas Ita. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.