CultureVerse 2025: Binus University Rayakan Keberagaman Bahasa dan Budaya Dunia
📅 Senin, 20 Okt 2025, 18:25 WIB | Oleh: Haryo BronoProgram Japanese Popular Culture (JPC), misalnya, merespons gelombang J-pop yang telah menjadi gaya hidup generasi Z di seluruh dunia melalui kegiatan seperti Coswalk Competition, J-Pop Karaoke Session, dan Japanese Pop Quiz Competition, mahasiswa dan pengunjung diajak lebih dekat dengan dunia pop Jepang yang selama ini mereka nikmati lewat anime, manga, musik, dan fashion.
Sementara itu, Calligraphy Session menghadirkan harmoni antara tradisi Jepang yang klasik dengan semangat kreatif para generasi muda saat ini. Di sisi lain, Creative Digital English (CDE) mengangkat fenomena era digital storytelling di mana bahasa Inggris menjadi bahasa internasional yang mendorong para generasi muda untuk berekspresi.
Festival ini dibuka dengan Word to Canvas Adaptation Competition, yang mengundang siswa SMA untuk menuangkan puisi ke dalam bentuk visual art di atas kanvas. Kompetisi ini sekaligus memberi ruang bagi peserta untuk berbagi cerita dan emosi melalui Canvas Talk.
Creative Digital English juga menampilkan pertunjukan spesial Broadway performance yang dibawakan oleh mahasiswa Creative Digital English. Melalui adaptasi teater musikal ini, para mahasiswa menunjukkan bagaimana kemampuan bahasa, sastra, dan seni pertunjukan dapat berpadu menjadi bentuk ekspresi kreatif yang menginspirasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Global Business Chinese (GBC) menyoroti pentingnya Bahasa Mandarin di tengah meningkatnya hubungan dagang dan budaya dengan Tiongkok. Melalui lomba desain “Harmoni Dua Bahasa” bersama Taipei Economic and Trade Office (TETO), program ini mengajak generasi muda untuk menghubungkan dua budaya lewat karya desain.
“Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga memperlihatkan bagaimana bahasa Mandarin bisa membuka peluang di bidang bisnis, ekonomi, dan pertukaran budaya internasional,” kata Elisa.
Selain kompetisi, GBC juga menghadirkan penampilan spesial Guzheng Performance, alat musik tradisional Tiongkok yang melambangkan keindahan dan harmoni dalam budaya Mandarin oleh Monica Huang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Alat musik petik tradisional Tiongkok dimainkan dalam ritme musik dari pelan hingga cepat. Alunannya menceritakan nelayan yang melaut di tengah cahaya bulan. Musik semakin cepat ketika nelayan pulang dengan membawa hasil dan kerinduan yang menggebu kepada keluarga.
Sebelumnya tampil tari Tari Pangkur Sagu dari Papua, yang dibawakan oleh lima mahasiswi dari daerah tersebut. Tarian tersebut menceritakan tentang mata pencaharian dan makanan pokok masyarakat Papua dengan membuat sagu mulai dari menebang pohon hingga memeras air sagu, hingga sagunya siap diolah.
Program studi Creative Digital English juga menampilkan pertunjukan spesial Broadway performance yang dibawakan oleh mahasiswa Creative Digital English. Melalui adaptasi teater musikal ini, para mahasiswa menunjukkan bagaimana kemampuan bahasa, sastra, dan seni pertunjukan dapat berpadu menjadi bentuk ekspresi kreatif yang menginspirasi.
Sementara itu Japanese Popular Culture (JPC), menampilan Taiko Performance. Penampilannya menciptakan perpaduan unik antara budaya Jepang dan Tiongkok yang menggambarkan semangat unity in diversity di dalam CultureVerse 2025. Kedua pertunjukan tersebut menjadi simbol persahabatan antar budaya serta menunjukkan bagaimana musik tradisional tetap bisa relevan dan memikat di tengah dunia modern.
Puncaknya, Talk Show Creative Expression dan performance pada 21 Oktober menghadirkan rapper ternama Saykoji, musisi dan sekaligus dosen CDE Aziz ‘Comi’ dari grup band Payung Teduh, penulis sekaligus alumni CDE Sofi Meloni, serta Puteri Indonesia 2018 dan alumni CDE Sonia Fergina. Talkshow ini menegaskan bagaimana bahasa dapat bertransformasi menjadi medium kolaborasi seni, musik, dan sastra.
Elisa menambahkan, ia mengapresiasinya atas keberhasilan acara ini. baginya CultureVerse 2025 menjadi bukti bahwa belajar bahasa asing tidak hanya soal teori, tetapi juga bagaimana bahasa bisa membuka ruang untuk kreativitas, kolaborasi, dan pengalaman nyata.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!