Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dugaan Mafia Kios di Pasar Pramuka, Pedagang Sampaikan Keluhan ke Pemerintah

📅 Rabu, 15 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dugaan Mafia Kios di Pasar Pramuka, Pedagang Sampaikan Keluhan ke Pemerintah Doc: Antara
Ket. Situasi di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (14/10).

Jakarta - Pedagang obat dan alat kesehatan di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur (Jaktim) mengeluhkan adanya dugaan praktik mafia kios dengan harga yang tinggi.

Salah satu pedagang berinisial HR (49) menduga, penolakan terhadap harga kios pascarevitalisasi merupakan perbuatan mafia kios.

"Harga yang diberikan Perumda Pasar Jaya sebesar Rp425 juta (per 20 tahun) pastinya akan membuat keuntungan mereka semakin tipis," kata HR di Jakarta, Selasa (14/10).

Mafia kios tersebut menggunakan modus menyewakan lapak atau tempat usaha dengan harga tinggi. Biasanya, mereka menyewa kios dari Perumda Pasar Jaya dengan harga normal, kemudian menyewakannya kembali dengan harga lebih tinggi kepada pedagang lain.

HR menduga, setiap tahun para pemilik kios mendapatkan puluhan juta dari hasil sewa. Jika harga sewa kios naik, keuntungan mereka akan berkurang.

Selain itu, HR mengaku telah menyewa kios sejak 17 tahun lalu dengan biaya Rp80 juta per tahun. Uang sewa tersebut dibayarkan kepada pemilik kios.

"Bahasanya gini nih, kalau nantinya Pasar Jaya tahu kalau itu kios disewakan pasti mereka akan dapat peringatan. Apalagi sejak 2024, batas sewa selama 20 tahun sudah berakhir," jelas HR.

HR menjelaskan, terdapat beberapa kios di Pasar Pramuka yang hak sewanya dimiliki oleh satu orang, kemudian disewakan kembali untuk membuka toko obat.

Dia menilai harga yang ditawarkan Pasar Jaya sebesar Rp425 juta untuk masa sewa 20 tahun pascarevitalisasi masih tergolong wajar jika dihitung per tahun.

"Dengan harga Rp400 jutaan itu, hitungan kami ternyata setiap tahunnya masih sekitar Rp23 juta. Namun, karena kami menyewa sebagai pihak ketiga, maka harus bayar ya Rp80 juta per tahun," katanya.

Dia berharap, Perumda Pasar Jaya dapat memberantas praktik permainan kios di Pasar Pramuka, sehingga penyewa dapat langsung bertransaksi dengan pihak terkait.

Sementara itu, Manajer Humas Perumda Pasar Jaya Fahrizal Irfan mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

"Kami akan segera tidaklanjuti laporan tersebut," kata Irfan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.