Danantara: Ratusan Investor Siap Ubah Timbunan Sampah Jadi Cuan! Proyek Waste to Energy Jadi Incaran Baru
📅 Rabu, 15 Okt 2025, 20:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO-Mohammad Ayudha
JAKARTA – Proyek pengelolaan limbah menjadi energi menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan ekonomi hijau dan transisi menuju energi berkelanjutan.
Melalui pendekatan ini, limbah yang sebelumnya hanya menjadi beban lingkungan kini diubah menjadi sumber energi alternatif, seperti listrik atau bahan bakar.
Selain mengurangi volume sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir, proyek ini juga membuka peluang efisiensi energi dan menciptakan nilai ekonomi baru.
Pemerintah dan sektor swasta mulai melihat potensi besar di bidang ini, terutama dengan dukungan teknologi waste to energy yang semakin maju dan efisien.
Namun, tantangannya tidak kecil. Diperlukan komitmen kuat dalam hal investasi, regulasi yang jelas, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah sejak dari sumber.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika dikelola dengan konsisten, proyek pengelolaan limbah menjadi energi bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga motor penggerak baru bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir menyatakan pihaknya tengah membuka lelang terkait proyek pengelolaan limbah menjadi energi (waste to energy), dan hingga hari ini telah menarik minat dari sekitar 120 perusahaan nasional maupun internasional.
Pihaknya menargetkan untuk menyelesaikan proses lelang tersebut dalam 6-8 minggu ke depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami mengumumkan proyek ini dua minggu lalu, dan sekarang ada sekitar 120 perusahaan yang ingin mengajukan penawaran. Dan cara kami memilih perusahaan (pemenang lelang) itu sederhana, yakni kami ingin teknologi terbaik dengan dampak lingkungan yang paling minimal,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (15/10).
Pandu menyampaikan, proyek waste to energy tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menangani permasalahan sampah nasional yang semakin mendesak.
Ia mengatakan volume timbunan sampah di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan, karena jika seluruh sampah dikumpulkan, luasnya bisa menutupi seluruh wilayah Jakarta dengan ketebalan sekitar 30 sentimeter.
Untuk meningkatkan daya tarik dari proyek tersebut, pemerintah pun menghapus biaya pembuangan sampah (tipping fee), sehingga menjadikannya proyek pertama di dunia tanpa biaya pembuangan.
“Kami juga telah menetapkan harga sebesar Rp20 per kilowatt hour (kWh), yang menurut saya cukup menarik,” kata Pandu.
Dia menuturkan tahap awal proyek tersebut berupa pembangunan 10 fasilitas pengolahan waste to energy ditargetkan untuk dimulai pada akhir tahun ini di lima kota besar di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!