Purbaya: Jalur Hijau di Bea Cukai Jangan Disalahgunakan untuk Memasukkan Barang Selundupan
📅 Selasa, 14 Okt 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiSemangat itu jika tidak dibarengi penguatan sistem audit dan verifikasi berbasis risiko, green line dapat menjadi blind spot pengawasan bea cukai. Selain itu, sidak juga penting sebagai upaya agar aparat Bea dan Cukai tetap menjaga integritas. Apalagi, mereka kerap menjadi sorotan publik terkait praktik suap atau main mata dalam pelabelan risiko barang (merah, kuning, hijau).
“Langkah ini akan efektif jika disertai penguatan sistem pengawasan digital dan audit forensik logistik, bukan sekadar inspeksi simbolik,” tegas Badiul.
Teknologi big data dan machine learning katanya dapat mendeteksi anomali transaksi, nilai barang, atau pola pengiriman yang tidak wajar. Langkah itu penting untuk memperkuat reformasi birokrasi berbasis digital.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu, pada periode Januari-November 2024, telah menindak 31.275 perdagangan ilegal senilai 6,1 triliun rupiah dan potensi kerugian negara yang diantisipasi sebesar 3,9 triliun rupiah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari total penindakan impor sebanyak 12.495 kasus, didominasi komoditas tekstil dan produk tekstil senilai 4,6 triliun rupiah. Perluasan sistem National Logistic Ecosystem (NLE) dan integrasi data lintas instansi (Bea Cukai, Kemendag, Kemenperin, dan PPATK) akan memungkinkan deteksi dini anomali nilai impor, asal barang, dan pola transaksi.
Hal ini akan semakin memperkuat sistem jika diikuti reformasi kelembagaan dengan rotasi petugas secara rutin petugas, audit independen jalur hijau, dan publikasi terbuka daftar importir berisiko tinggi. “Transparansi ini menutup ruang negosiasi jalur belakang yang selama ini menjadi pintu penyelundupan dan potensi kebocoran penerimaan negara,” pungkasnya
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!