Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menhan Pete Hegseth Diinstruksikan Bayar Gaji Tentara AS

📅 Senin, 13 Okt 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menhan Pete Hegseth Diinstruksikan Bayar Gaji Tentara AS Doc: Federico PARRA/AFP
Ket. Donald Trump bersama Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan telah menginstruksikan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth untuk menggunakan semua anggaran yang ada guna memastikan para tentara menerima gaji mereka pada 15 Oktober di tengah penutupan pemerintah (shutdown) federal yang sedang berlangsung.

“Kami telah mengidentifikasi anggaran untuk melakukan hal ini, dan Menteri Hegseth akan menggunakannya untuk membayarkan gaji tentara kita," tulis Trump di Truth Social pada Sabtu (11/10) seperti dikutip Antara dari Xinhua.

Pemerintah federal AS memasuki masa shutdown pada 1 Oktober, yang menandai shutdown pertama dalam hampir tujuh tahun. Para personel tentara berisiko tidak menerima gaji yang seharusnya mereka terima pada 15 Oktober mendatang.

Pada akhir pekan lalu, Trump menyalahkan Partai Demokrat atas keputusannya memberhentikan ribuan pegawai di seluruh pemerintahan AA. Hal itu juga menjadi tindak lanjut dari ancamannya untuk memangkas jumlah pegawai federal selama penutupan pemerintahan.

Menurut juru bicara, proses pemutusan hubungan kerja (PHK) tengah dilakukan di berbagai lembaga, termasuk Departemen Keuangan, Badan Kesehatan AS, Dinas Pendapatan Internal, serta Departemen Pendidikan, Perdagangan, dan divisi keamanan siber di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Namun, jumlah pegawai yang terdampak belum diketahui. Setidaknya, sekitar 300.000 pegawai sipil federal diperkirakan akan meninggalkan pekerjaannya tahun ini sebagai bagian dari kampanye perampingan birokrasi yang diluncurkan Trump sejak awal tahun.

Mereka yang memulai ini," kata Trump kepada wartawan dalam sebuah acara di Ruang Oval, menyebut PHK tersebut “berorientasi Demokrat” dikutip dari Reuters, Minggu (12/10).

Partai Republik pimpinan Trump memegang mayoritas di kedua kamar Kongres, namun tetap membutuhkan suara Demokrat di Senat AS untuk meloloskan undang-undang apa pun yang akan mendanai pemerintah.

Partai Demokrat sendiri masih mengharapkan perpanjangan subsidi asuransi kesehatan, dengan alasan biaya kesehatan akan meningkat drastis bagi 24 juta warga Amerika yang mendapatkan perlindungan melalui Undang-Undang Perawatan Terjangkau.

Trump telah berulang kali mengancam akan memecat pegawai federal selama kebuntuan penutupan pemerintah, yang memasuki hari ke-10 pada hari Jumat, dan telah mengisyaratkan bahwa pemerintahannya akan berfokus terutama pada bagian-bagian pemerintahan yang didukung oleh Partai Demokrat.

Trump juga telah memerintahkan pembekuan dana infrastruktur setidaknya 28 miliar dollar AS untuk New York, California, dan Illinois, semuanya merupakan rumah bagi populasi pemilih Demokrat yang cukup besar dan kritikus pemerintahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Advertisement
gaia musik festival

Netanyahu Tolak Rencana 15 Poin Trump untuk Gaza

40 menit yang lalu | Lili Lestari

Luar Negeri
Netanyahu Tolak Rencana 15 ...
Ekonomi
Harga Emas Antam Stabil di ...
Megapolitan
Wajah Baru Website Bank Jak...
Kabar Gembira, Destinasi Wisata di Sekitar Gunung Bromo Masih Aman Dikunjungi Wisatawan

Kabar Gembira, Destinasi Wisata di Sekitar Gunung Bromo Masih Aman Dikunjungi Wisatawan

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.