Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenbud Ungkap Reformasi LMKN Dikawal Kemenkum dan DPR

📅 Minggu, 12 Okt 2025, 18:45 WIB | Oleh:
Wamenbud Ungkap Reformasi LMKN Dikawal Kemenkum dan DPR Doc: Istimewa
Ket. Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha

JAKARTA - Pemerintah berkomitmen memastikan arah baru LMKN lebih transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan pelaku industri musik Indonesia. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha.

Giring menegaskan bahwa reformasi Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) tengah berjalan. Menurut Giring, reformasi LMKN ini langsung diawasi oleh Kementerian Hukum.

“Kita serahkan kepada Kementerian Hukum. LMKN sedang benar-benar direformasi oleh Kemenkumham, dan kami kawal prosesnya,” ujar Giring Ganesha dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (12/10).

Giring menambahkan, koordinasi lintas lembaga menjadi kunci dalam memperkuat tata kelola royalti dan perlindungan hak cipta di sektor musik. Ia menilai pembagian peran antara kementerian, lembaga, dan DPR sangat penting agar sistem yang dibangun lebih efektif dan berkelanjutan.

“Saya rasa teman-teman di Kementerian Hukum sudah mengerti mau dibawa ke mana arah LMKN. Untuk revisi undang-undang cipta, kita serahkan semuanya ke DPR dan kita benar-benar membagi tugas,“ ucap Giring.

Lebih lanjut, Giring menegaskan pentingnya kolaborasi dan kesadaran bersama dalam membangun ekosistem musik yang sehat. Ia optimistis reformasi LMKN dapat menjadi langkah awal pembenahan menyeluruh sistem royalti musik Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas, menekankan pentingnya penciptaan ekosistem royalti yang kuat. Karena itu, ia berkomitmen untuk mereformasi sistem pengelolaan royalti musik di Indonesia.

“Setidaknya ada tiga hal penting dalam menjaga ekosistem royalti dalam musik. Pertama, harus ada kreasi dan jika karya itu baik, maka akan berlanjut pada tahap kedua, yaitu perlindungan hukum. Setelah perlindungan hukum terjamin, barulah bisa memasuki tahap ketiga, yaitu transformasi dan pembangunan sistem pendapatan,” kata Supratman Andi Agtas dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (11/10). ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.