Assyifa dan Fauzan Terpilih Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2025
📅 Minggu, 12 Okt 2025, 15:50 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Humas Kota Bandung
BANDUNG - Assyifa Shandi Gunawan dan Muhammad Mifftah Fauzan terpilih menjadi Mojang dan Jajaka Kota Bandung 2025. Keduanya terpilih pada Malam Grand Final Pasanggiri Mojang Jajaka (Moka) Kota Bandung 2025 di HARRIS Hotel & Conventions Festival Citylink, Jumat (10/10) malam.
Assyifa dan Fauzan menjadi wajah baru duta budaya dan pariwisata Kota Bandung.
Pada acara tersebut, hadir langsung Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Dalam sambutannya, ia menyatakan, Pasanggiri Mojang Jajaka bukan hanya ajang kecantikan dan ketampanan, tetapi juga arena pembinaan karakter, wawasan, dan kebanggaan terhadap budaya Sunda.
“Saya sangat bersyukur malam ini bisa hadir bersama finalis yang luar biasa. Pasanggiri Mojang Jajaka bukan kontes semata, tetapi ruang regenerasi dan kebanggaan bagi generasi muda Bandung,” ujar Wali Kota Farhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang berkolaborasi, termasuk DPRD Kota Bandung, Disbudpar, serta Paguyuban Mojang Jajaka.
“Bandung tidak bisa berjalan sendiri. Keberhasilan acara ini adalah hasil kolaborasi banyak pihak pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan generasi muda,” imbuh dia.
Wali Kota Farhan menyebut Oktober sebagai bulan kebangkitan kebudayaan di Kota Bandung, dengan beragam kegiatan seni dan musik digelar hampir setiap pekan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dari hardcore metal di Ujungberung, jazz di tengah kota, hingga malam ini Pasanggiri Mojang Jajaka semua menggambarkan Bandung sebagai kota budaya yang hidup dan berwarna,” ucap dia.
Menurut dia, semangat ini sejalan dengan identitas Bandung sebagai “The Capital of Asia and Africa”, tempat bertemunya berbagai budaya dunia.
“Kita ingin anak muda Bandung menjadi duta yang mampu menampilkan pesona lokal dengan gaya global,” tegas Wali Kota Farhan.
Sementara itu, Kadisbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menjelaskan, Pasanggiri Mojang Jajaka 2025 mengusung tema “Pan Rona Bandung”, dari kata pancar (memancar) dan rona (warna). Tema ini menggambarkan keindahan serta keberagaman Kota Bandung yang memancarkan pesona dari setiap aspeknya.
“Pan Rona Bandung adalah ajakan untuk mengenal kota ini lebih dalam melalui budaya, sejarah, gaya hidup, dan kreativitas warganya,” ujar Adi.
Adi menjelaskan, proses seleksi berlangsung selama hampir tiga bulan, dimulai dari administrasi, pembekalan, hingga masa karantina di berbagai lokasi seperti Telkom Corporate University, Bandung Rakuten Hub, dan Harris Hotel.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!