Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wali Kota Bandung: Sekolah Ramah Anak Terwujud Lewat Kolaborasi, Bukan Instruksi

📅 Sabtu, 11 Okt 2025, 19:20 WIB | Oleh:
Wali Kota Bandung: Sekolah Ramah Anak Terwujud Lewat Kolaborasi, Bukan Instruksi Doc: Humas Kota Bandung
Ket. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, terwujudnya Sekolah Ramah Anak tidak bisa dicapai hanya dengan perintah atau instruksi dari pemerintah, melainkan melalui kolaborasi seluruh pihak mulai dari guru, siswa, orang tua, hingga dunia usaha.

“Sekolah ramah anak itu bukan soal aturan di atas kertas, tapi tentang kerja bersama. Terwujud dengan kolaborasi, bukan instruksi,” ujar Wali Kota Farhan saat menghadiri Deklarasi Sekolah Ramah Anak Kota Bandung, di Sekolah Taruna Bakti, Jumat (10/10).

Menurut dia, pendidikan di Kota Bandung memiliki fondasi kuat dan menjadi teladan bagi daerah lain. Kota Bandung layak disebut sebagai salah satu kota pendidikan terbaik di Indonesia.

“Saya berani klaim, anak-anak Bandung memenuhi kursi di berbagai perguruan tinggi terbaik di negeri ini. Ada ITB, Unpad, UPI, ISBI, dan UIN. Itu baru kampus negeri, belum swasta. Ini bukti bahwa Bandung melahirkan generasi unggul,” tutur dia.

Wali Kota Farhan juga mengingatkan bahwa Bandung memiliki sejarah panjang dalam melahirkan pemimpin nasional.

“Presiden Soekarno kuliah di Bandung, B.J. Habibie sekolah dan kuliah di sini sebelum ke Jerman. Bahkan sekarang ada lebih dari enam menteri yang juga lulusan Bandung,” ungkap dia.

Deklarasi Sekolah Ramah Anak, lanjut Wali Kota Farhan, merupakan komitmen moral dan operasional untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, dan inklusif bagi anak-anak.

“Saya berharap ini menjadi awal bagi semakin banyak sekolah di Bandung yang benar-benar berpihak pada kebahagiaan dan keselamatan anak. Pendidikan bukan sekadar angka, tapi tentang membangun hubungan yang kuat antara pendidik dan peserta didik,” ujar dia.

Ia juga menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam mewujudkan transformasi pendidikan di Bandung.

“Guru, dunia usaha, dan anak-anak sendiri harus terlibat. Anak-anak jangan ragu menyampaikan perasaan dan aspirasinya. Sekolah harus menjadi tempat yang ramah, bukan menakutkan,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, Uum Sumiati, menuturkan saat ini, di Kota Bandung terdapat 721 PAUD dan TK, 429 SD, serta 237 SMP yang menuju kategori Sekolah Ramah Anak, sesuai dengan Keputusan Wali Kota Bandung.

Dari jumlah tersebut, tiga sekolah telah mencapai level ‘maju’ dalam standar Sekolah Ramah Anak.

Uum menambahkan, ada enam komponen utama dalam penerapan sekolah ramah anak di antarnya kebijakan sekolah, pendidikan dan tenaga kependidikan yang memahami hak anak, dan proses pembelajaran yang menghargai anak.

Termasuk juga sarana dan prasarana yang aman dan inklusif serta partisipasi anak dan keterlibatan orang tua dan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.