Menkeu Ingin Para Spekulan dan Penggoreng Saham Disapu Tuntas! Target Bersih-bersih Setahun
📅 Jumat, 10 Okt 2025, 20:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Fauzan.
BOGOR – Praktik manipulatif di pasar modal menjadi salah satu tantangan serius bagi upaya menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan transparan.
Aksi seperti pump and dump, penyebaran informasi menyesatkan, hingga transaksi semu kerap dimanfaatkan untuk mengerek harga saham secara tidak wajar demi keuntungan jangka pendek.
Selain merugikan investor ritel, praktik semacam ini juga bisa merusak kepercayaan publik terhadap pasar modal secara keseluruhan.
Karena itu, pengawasan yang lebih ketat, transparansi informasi emiten, serta edukasi investor menjadi kunci untuk meminimalkan ruang gerak pelaku yang mencoba “bermain di balik layar”
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menghukum para pelaku pasar modal yang melakukan praktik manipulatif atau dikenal sebagai “penggorengan saham”.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia berharap proses pembersihan pasar modal dari para spekulan tersebut bisa dilakukan dalam waktu satu tahun ke depan.
“Kalau selama setahun bersih-bersih saja, sementara saya bisa lihat saham yang digoreng. Saya kan mengamati pasar saham juga ya, ada yang menggoreng-goreng, sebagian juga saya kenal pemainnya, yang ikut bukan main, yang bukan market maker, tapi yang ikut,” kata Purbaya dalam acara temu media Kementerian Keuangan, di Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/10).
Menurut dia, penertiban para pelaku “penggoreng saham” penting untuk menjaga minat generasi muda dalam berinvestasi di pasar modal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia khawatir praktik tidak sehat tersebut dapat merusak kepercayaan investor pemula, mengingat sekitar 50 persen investor pasar modal saat ini berasal dari kalangan muda.
“Kalau itu enggak dibersihin sayang. Minat Gen Z atau kalangan muda yang berinvestasi di pasar modal sekarang bisa hilang karena 50 persen anak-anak muda kan. Kalau itu hilang ya sudah pasar modal kita enggak bisa berkembang lagi. Tapi kalau dirapikan maka mereka akan berani masuk ke pasar saham karena mereka akan berpikir bahwa di sana fair game,” ujarnya.
Lebih lanjut, Menkeu juga membuka peluang pemberian insentif fiskal jika pasar modal bisa lebih bersih dan berintegritas.
Salah satu bentuk insentifnya yang sedang dipertimbangkan adalah pengurangan beban pajak.
Selain itu, Purbaya juga akan merancang sejumlah insentif berupa pengurangan pajak pelaku pasar modal.
"Nanti kita lihat seperti apa, tapi saya bisa dukung itu kalau mereka bekerja lebih keras lagi untuk menjaga integritas pasar modal itu sendiri,” ujarnya pula.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!