Perkuat Diplomasi Maritim, BPSDMP Berikan Pelatihan 13 Negara Anggota MOWCA
📅 Kamis, 09 Okt 2025, 16:15 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Dok. Istimewa
JAKARTA – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan melalui Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dan Balai Besar pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (B3IP) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi lintas benua melalui pelatihan internasional bagi 13 negara anggota Maritime Organization of West and Central Africa (MOWCA).
Kegiatan yang bertemakan ”Sharing Knowledge Indonesia for MOWCA” yang berlangsung di Auditorium Nusantara, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta Utara, Rabu (8/10).
Kegiatan yang diikuti oleh peserta Training of Examiners (ToE) International Maritime Organization (IMO) Model Course 3.12 dan Training of Trainers (ToT) IMO Model Course 6.09 ini dibuka resmi oleh Sekretaris Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Capt. Wisnu Handoko.
Ia juga sekaligus memaparkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci memperkuat posisi Indonesia di dunia pelayaran Internasional.
“Kualitas SDM adalah faktor penentu dalam menghadapi revolusi industri maritim 4.0. BPSDMP mendorong seluruh lembaga pendidikan pelayaran untuk bertransformasi mengadopsi teknologi baru, dan memperkuat kerja sama global seperti yang dilakukan STIP hari ini,“ ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/10).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, penguasaan teknologi digital, energi terbarukan, dan kompetensi berstandar nasional menjadi prioritas utama menuju visi Indonesia Emas 2045 sebagai poros maritim dunia.
Dari sisi industri, Senior Manager Operasional PT. IPC Container Terminal (Pelindo Group), Rudi Dwinanda mengungkapkan pentingnya kolaborasi pendidikan dalam mencetak tenaga kerja maritim yang kompeten.
“Pelabuhan adalah gerbang perdagangan dunia. Tanpa SDM yang terlatih dan profesional, efisiensi dan keselamatan operasi akan terganggu. Karena itu, kami mendukung peningkatan kapasitas pelaut dan operator melalui pelatihan bersertifikasi dan kerja sama dengan institusi pendidikan maritim,” ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Senada dengan hal itu, Direktur PT. Temas Tbk, Widi Kiswanto menyoroti perubahan cepat dalam sektor pelayaran akibat perkembangan teknologi digital.
“Era digitalisasi telah mengubah wajah dunia pelayaran. Dari smart ships, automated cranes, hingga sistem digital pelabuhan. Semua menuntut SDM yang paham teknologi. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan strategi utama yang memerlukan investasi, kolaborasi, dan pola pikir baru,” paparnya.
Dalam sesi akhir, Sales Director Artimu Business Group, Donny Saksono, memaparkan pandangan global maritim di tengah transisi energi dan digitalisasi. Ia menyoroti bahwa lebih dari 90% perdagangan dunia bergantung pada transportasi laut, sementara dunia kini menghadapi krisis kekurangan pelaut profesional.
“Investasi pada manusia adalah investasi pada keselamatan dan efesiensi industri maritim. Pendidikan harus bergerak seiring dengan perubahan zaman, memanfaatkan Virtual Reality, Augmented Reality, dan Digital Twin Technology untuk melatih generasi pelaut masa depan,” ujar Donny.
Sebagai penutup, Ketua STIP Jakarta, Tri Cahyadi juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri maritim dalam menghadapi tantangan global.
“Sesi berbagi pengetahuan ini bukan hanya sekadar isyarat niat baik, ini merupakan platform penting bagi kerja sama selatan-selatan yang mewujudkan komitmen Indonesia, khususnya melalui Kementerian Perhubungan untuk mendorong pertumbuhan, ketahanan, dan kolaborasi bersama dalam industri maritim global,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!