Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bahas Isu Strategis Ekraf, Friends of Creative Economy (FCE) Meeting 2025 Dihadiri 50 Negara

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 14:55 WIB | Oleh:
Bahas Isu Strategis Ekraf, Friends of Creative Economy (FCE) Meeting 2025 Dihadiri 50 Negara Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) menyelenggarakan Friends of Creative Economy (FCE) Meeting 2025 untuk menyambut Indonesia sebagai tuan rumah World Conferences of Creative Economy (WCCE) ke-5 tahun 2026. FCE Meeting 2025 menjadi wadah bagi 300 peserta dari 50 negara untuk membahas berbagai isu sektor ekonomi kreatif yang strategis.

“Berkumpulnya kita di FCE kali ini adalah bentuk komitmen kita dalam menatap masa depan ekonomi kreatif yang menjanjikan. Kami berharap forum meeting ini dapat menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat memberikan dampak terhadap perkembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif Global,” kata Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya saat memberikan sambutan dalam FCE Meeting 2025 di Thamrin Nine, Jakarta Selasa (21/10).

FCE Meeting 2025 mengambil tema Glocalisation of Creative Economy: Policies, Practices, Partnerships. Dalam agenda ini akan dibahas potensi penguatan kebijakan global yang selaras dengan kearifan lokal masing-masing negara, serta bagaimana menghadirkan standar global yang inklusif.

“Di Indonesia, kami terus bekerja keras dan berkomitmen untuk menjadikan sektor ini sebagai salah satu penopang pertumbuhan. Selama 11 tahun terakhir, sektor ini menunjukkan tren yang menjanjikan dari mulai serapan tenaga kerja yang meningkat, kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto), pertumbuhan nilai ekspor, dan investasi,” kata Riefky.

Momen ini begitu istimewa karena bertepatan dengan setahun berdirinya Kementerian Ekraf. Riefky menegaskan bahwa upaya menguatkan ekosistem ekonomi kreatif hanya akan berjalan jika semua elemen berkolaborasi dan berpartisipasi aktif, khususnya dalam upaya membangun jejaring global. 

FCE merupakan forum internasional yang dihadiri para tokoh industri kreatif dari berbagai negara untuk membahas isu terkini dan strategis yang menjadi rekomendasi agenda ekonomi kreatif dunia yang selanjutnya akan dibahas pada WCCE Edisi ke-5 Tahun 2026 yang akan dihadiri oleh para pemimpin dunia.

Agenda FCE yang juga turut didukung oleh Kementerian Luar Negeri dan Pemprov Jakarta ini mengangkat empat subtema yang menjadi perhatian pembangunan dunia yaitu: Planet, People, Prosperity, Partnership and Peace (5P) sebagai dasar agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Forum ini juga merupakan bagian dari rangkaian minggu Perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 24 Oktober 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.