Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenapa Anak Perempuan Lebih Berisiko Alami Gangguan Penglihatan? Ini Penjelasan Dokter

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 13:45 WIB | Oleh:
Kenapa Anak Perempuan Lebih Berisiko Alami Gangguan Penglihatan? Ini Penjelasan Dokter Doc: antara foto
Ket. Dokter Spesialis Mata dari Yayasan Sentra Kolaborasi Kesehatan Nasional (YSKKN) Kianti Raisa Darusman

JAKARTA - Dokter Spesialis Mata Kianti Raisa Darusman mengungkapkan anak perempuan memiliki risiko dua kali lebih tinggi mengalami gangguan penglihatan dibandingkan anak laki-laki.

“Dari hasil penelitian kami, pelajar perempuan lebih banyak mengalami penurunan fungsi mata, keterbatasan aktivitas karena penglihatan, dan gangguan sosial akibat kondisi tersebut,” kata Kianti Riasa Darusman saat ditemui usai kegiatan uji publik inovasi pemeriksaan mata dan jiwa anak Indonesia di Jakarta, Kamis (9/10).

Menurut dia, hasil penelitian mendapati hal ini bisa disebabkan oleh kebiasaan anak perempuan yang lebih sering beraktivitas di dalam ruangan dibandingkan anak laki-laki.

Oleh karena itu dokter menyarankan agar anak perempuan untuk bisa aktif beraktivitas luar ruangan, yang memiliki efek protektif terhadap mata minus dibandingkan banyak di dalam ruangan.

"Adapula data riset menunjukkan 63 persen anak-anak menggunakan gawai lebih dari dua jam per hari, sementara 55 persen memiliki aktivitas luar ruangan yang rendah. Faktor ini menjadi penyebab utama meningkatnya kasus rabun jauh pada anak-anak usia sekolah," ucapnya.

Selain itu temuan lapangan juga menunjukkan anak-anak perempuan lebih sering mengalami tekanan emosional terkait kondisi mata mereka. Bahkan ia menyebut sebanyak 57 persen anak berkacamata melaporkan gejala kecemasan dan 67 persen menunjukkan tanda-tanda depresi.

"Stigma sosial terhadap penggunaan kacamata masih kuat di kalangan pelajar perempuan. Banyak anak merasa malu memakai kacamata karena takut diejek teman. Ini berpengaruh terhadap kepercayaan diri dan kesehatan mental mereka,” katanya.

Oleh karena itu alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini menekankan perlunya pendekatan berbeda antara anak laki-laki dan perempuan dalam program pemeriksaan dan edukasi kesehatan mata agar intervensi bisa lebih efektif.

Kesehatan Jiwa

Lebih lanjut, Kianti Raisa mengungkapkan adanya keterkaitan antara gangguan penglihatan dan kesehatan jiwa pada anak-anak usia sekolah di Indonesia.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa anak dengan gangguan penglihatan berisiko mengalami masalah emosional, seperti cemas, sedih, dan sulit fokus di sekolah,” kata Kianti.

Pihaknya mendapatkan hasil survei terhadap lebih dari 1.200 pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Luar Biasa (SLB), termasuk di Jakarta ada sekitar 40 persen anak memiliki gangguan penglihatan, sementara 70 persen diantaranya juga menunjukkan gejala emosional.

Menurut dia, anak-anak dengan penglihatan terganggu cenderung mudah frustrasi, kehilangan kepercayaan diri, dan kesulitan berinteraksi sosial di sekolah.

“Masalahnya sederhana, tapi dampaknya besar. Anak bisa dikira tidak fokus atau nakal, padahal sebenarnya ia tidak bisa melihat dengan jelas,” cetusnya dalam kegiatan yang juga diikuti mantan Menteri Kesehatan Nila Moelok itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.