CASA, Wadah Kolaboratif untuk Perkuat Ekosistem Kreator di Asia Tenggara Diluncurkan
📅 Kamis, 09 Okt 2025, 20:33 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: CASA
JAKARTA – Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi kreator di Asia Tenggara yang kini melibatkan lebih dari 200 juta pengguna media sosial aktif, para pelaku industri kreatif regional bersatu membentuk Creators Association of Southeast Asia (CASA) atau secara resmi dikenal sebagai Asosiasi Kreator Konten Asia Tenggara (AKKAT) yang diluncurkan hari ini di Jakarta.
“CASA merupakan inisiatif kolaboratif yang digagas oleh Vero, IBV, Mantappu, dan Vina Muliana, sebuah kemitraan strategis antara agensi komunikasi, kreator, dan manajemen talenta untuk memperkuat ekosistem kreator di Asia Tenggara,” terang Jehian Panangian Sijabat, Co-Founder CASA sekaligus pendiri Mantappu Corp, melalui siaran pers pada hari Kamis (9/10).
Di tengah laju cepat ekonomi digital, banyak kreator masih menghadapi kesenjangan akses, kurangnya perlindungan profesional, serta minimnya standar industri yang adil. CASA hadir sebagai jembatan antara kreator, brand, dan platform untuk menciptakan kolaborasi yang lebih transparan, setara, dan berkelanjutan.
“Selama ini, banyak kreator bekerja sendiri tanpa pedoman atau perlindungan yang memadai. CASA ingin memastikan suara kreator didengar - bukan hanya oleh platform dan brand, tapi juga oleh pembuat kebijakan,” ujar Jehian.
Lebih dari sekadar asosiasi, CASA mengusung gerakan sosial untuk memperjuangkan posisi kreator sebagai pelaku ekonomi yang memiliki peran nyata dalam pertumbuhan industri digital regional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peluncuran CASA di Jakarta diisi dengan rangkaian diskusi dan workshop, serta menghadirkan kreator muda, agensi, serta perwakilan dari platform besar seperti Meta dan TikTok yang membahas masa depan profesi kreator di tengah perkembangan AI dan teknologi digital.
Salah satu sesi utama bertajuk “Beyond Endorsements: Building Meaningful Brand x Creator Partnerships” mengulas bagaimana kolaborasi kreator dan brand dapat berevolusi dari sekadar promosi menjadi kemitraan strategis yang bermakna.
“Kami ingin mengubah narasi hubungan antara merek dan kreator dari transaksi menjadi kolaborasi yang otentik dan berkelanjutan. CASA akan menjadi ruang aman bagi dialog yang seimbang dan edukatif bagi semua pihak di industri ini,” kata Vanya Qinthara (Minyo Diego), Co-Founder CASA sekaligus pendiri IBV, agensi manajemen talenta yang berfokus pada pengembangan karier kreator digital dan telah berkontribusi dalam membentuk wajah baru industri konten kreatif di Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, sesi workshop interaktif seputar monetisasi kreatif, storytelling digital, serta perlindungan hukum bagi kreator turut memperkaya peluncuran ini menegaskan peran CASA sebagai wadah pembelajaran berbagi untuk para kreator di kawasan.
Dari Indonesia untuk Asia Tenggara
Selain menginisiasi kegiatan edukatif dan jejaring, CASA juga akan memfasilitasi advokasi dan penyusunan panduan etika industri, termasuk praktik kolaborasi yang adil antara kreator dan brand, serta edukasi tentang monetisasi dan keamanan digital.
“Kreator bukan hanya pembuat konten, tapi juga pelaku ekonomi yang membangun kepercayaan publik. Sudah waktunya kita punya asosiasi yang melindungi kepentingan kreator sekaligus meningkatkan standar industri,” tambah Vina Muliana, Co-Founder CASA sekaligus konten kreator dan profesional komunikasi terkemuka yang dikenal melalui karya edukatif dan inspiratifnya di platform TikTok, serta kiprahnya dalam memberdayakan talenta muda di industri digital.
Sebagai langkah awal, CASA diperkenalkan pertama di Indonesia. “Kami memulai dari Indonesia, tapi semangatnya lintas batas. Kreator di Asia Tenggara punya potensi luar biasa untuk saling belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar. Untuk ke depannya, kami akan secara bertahap memperkenalkan CASA di berbagai forum industri dan acara kreatif,” ujar Astari Laksmiwati, Executive Director CASA.
Dengan semakin besarnya peran kreator sebagai penggerak ekonomi digital di Asia Tenggara, kehadiran CASA diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem yang lebih inklusif, profesional, dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!