Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KLH: Dunia saat Ini Hadapi 'Triple Planetary Crisis'

📅 Rabu, 08 Okt 2025, 18:55 WIB | Oleh:
KLH: Dunia saat Ini Hadapi 'Triple Planetary Crisis' Doc: RRI/Aditya Prabowo

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan dunia tengah menghadapi tantangan berat yang disebut triple planetary crisis. Tantangan itu meliputi perubahan iklim, pencemaran, dan kerusakan ekosistem.

Ancaman ini tidak hanya berdampak global, tetapi sudah dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia. Ketua Kelompok Kerja Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Biro Hubungan Masyarakat KLH, Romi Setiawan, mengatakan hal tersebut harus bisa diantisipasi bersama-sama.

“Kita menghadapi tiga tantangan paling berat yang pertama adalah perubahan iklim, yang kedua pencemaran dari air, udara, maupun plastik. Yang ketiga adalah kerusakan ekosistem yang berdampak pada keberlangsungan hidup manusia,” kata Romi Setiawan saat memberikan sambutan di acara Peluncuran Serial Web “2125: Pesan dari Bumi” untuk Generasi Muda di Jakarta, Rabu (8/10).

Menurut Romi, fenomena ini bahkan memunculkan istilah baru yaitu kecemasan lingkungan, terutama di kalangan anak muda. Meski demikian, Romi berharap kecemasan lingkungan bukan menjadi penghalang, melainkan pemacu semangat generasi muda untuk lebih peduli lingkungan.

“Banyak anak muda merasa khawatir terhadap masa depan bumi. Mereka cemas polusi udara membuat sakit, takut perubahan iklim mengganggu kehidupan, bahkan sampai urusan sehari-hari seperti skincare tidak efektif,” ucap dia.

Sementara, Direktur Komunikasi Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Salah satunya dengan mempersembahkan sebuah serial web bertema lingkungan berjudul 2125 Pesan Dari Bumi.

“Serial 2125 Pesan Dari Bumi adalah sebuah cerminan. Cerminan tersebut lah mengajak kita semua bertanya, warisan seperti apa yang akan kita tinggal? Apakah itu akan menjadi sumber kehidupan atau justru cerita penyesalan di masa depan?” ujar Mutiara.

Ia menegaskan, perilaku positif terhadap lingkungan mampu menjadi motor penggerak yang bersifat kolektif apabila dijalankan dengan konsistensi dan kolaborasi. Selain meluncurkan serial web tersebut, Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) mengembangkan Gerakan Siap Sedar Lingkungan.

“Kami percaya bahwa perilaku positif terhadap lingkungan mampu menciptakan perubahan nyata. Karena itu, Djarum Foundation terus berupaya menghadirkan program-program edukatif dan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, terutama generasi muda,” ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Cegah Rabies, 435 Kucing di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.