Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Airlangga: Negosiasi Tarif RI-AS untuk Komoditas Strategis Terhambat “Government Shutdown” AS

📅 Selasa, 07 Okt 2025, 13:20 WIB | Oleh:
Airlangga: Negosiasi Tarif RI-AS untuk Komoditas Strategis Terhambat “Government Shutdown” AS Doc: antara foto
Ket. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, penutupan sementara pemerintahan Amerika Serikat (AS) atau US government shutdown menghambat proses negosiasi tarif antara Indonesia dan AS.

Sebab, terang Airlangga, saat ini proses negosiasi tarif kedua negara untuk sejumlah komoditas strategis asal Indonesia masih terhenti akibat kebijakan shutdown tersebut.

“Jadi tim negosiasi berunding melalui Zoom, tetapi dengan adanya shutdown di Amerika, itu termasuk kita juga kena. Kena shutdown, artinya negosiasi sementara terhenti,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/10).

Meski demikian, Airlangga mengatakan, akan segera berkomunikasi dengan pihak Kantor Perwakilan Dagang AS atau United States Trade Representative (USTR) untuk meminta kejelasan terkait kelanjutan negosiasi.

“Jadi mengenai jadwal belum bisa dipastikan karena pemerintah Amerika kan sekarang sedang shutdown. Jadi kita monitor perkembangan,” katanya.

Adapun dalam perundingan tersebut, Pemerintah Indonesia menargetkan agar sejumlah komoditas unggulan terbebas dari tarif impor 19 persen yang diberlakukan AS. Airlangga menyebut sejumlah komoditas yang dimaksud, seperti kelapa sawit, karet, dan kakao, menjadi prioritas utama dalam negosiasi.

“Karena belum selesai semuanya, dokumennya belum selesai, maka tentu kita lihat ke depannya seperti apa. Kita sudah ada, tapi sekarang kan problemnya semua masalahnya legal scrubbing, jadi detail. Yang ini akan lebih detail daripada apa yang diumumkan secara terbuka beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Federal AS tengah memasuki masa penutupan (shutdown) yang dimulai pada Rabu lalu (1/10) menyusul perpecahan di Kongres untuk meloloskan rancangan undang-undang (RUU) pendanaan.

Hal itu menandai penutupan pemerintahan pertama dalam hampir tujuh tahun terakhir.

Konsekuensinya, ratusan ribu pegawai federal harus mengambil cuti tanpa gaji, sejumlah layanan publik kemungkinan ditangguhkan atau ditunda, dan rilis data ekonomi mungkin juga akan terdampak.

Shutdown dimulai beberapa jam setelah Senat AS gagal meloloskan RUU pendanaan jangka pendek yang memungkinkan pemerintahan tetap berjalan untuk sementara waktu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.