Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertamina Bikin Dobel Susah Warga Timika

📅 Senin, 06 Okt 2025, 19:28 WIB | Oleh:
Pertamina Bikin Dobel Susah Warga Timika Doc: ist
Ket. antrean di spbu

TIMIKA – Masyarakat di Kota Timika, Papua Tengah, mengalami dobel susah. Pertama, susah mencari BBM di SPBU. Kalaupun ada, antrean sangat panjang. Kedua, karena langka di SPBU, harga di eceran selangit. Ini semua karena pembatasan BBM oleh Pertamina.

PT Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah membatasi penyaluran sejumlah jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) ke lima Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Kota Timika. Hal ini jelas memicu antrean panjang kendaraan bermotor dalam beberapa hari terakhir.

Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Rayon II Papua Tengah Junaedi Kala di Timika, Senin, mengatakan kelangkaan BBM terutama jenis Pertamax terjadi karena stok menipis di depo Jober (joint bersama) di kawasan Pelabuhan Pomako, Distrik Mimika Timur.

"Terkait kelangkaan saat ini untuk produk Pertamax karena stok menipis di Jobber. Hal ini akibat dari keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM Pertamax karena cuaca yang tidak mendukung," kata Junaedi.

Dengan kondisi seperti itu, Pertamina memutuskan membatasi penyaluran BBM jenis Pertamax ke lima SPBU di Kota Timika. "Semoga hari Selasa besok kapalnya sudah bisa sandar dan bongkar di Jober Pelabuhan Pomako," kata Junaedi.

Sehubungan dengan itu, Pertamina minta konsumen membeli BBM jenis Pertamax yang masih tersedia di berbagai Pertashop di Timika. Namun, kenyataanya mereka juga sudah kehabisan stok. Penyaluran BBM jenis Pertalite dan Biosolar di Timika akan ditambah oleh Pertamina mulai Senin pagi.

"Kami naikkan volume penyaluran ke setiap SPBU melebihi penyaluran normal harian agar menjaga kestabilan stok," katanya. Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan terlihat sangat padat di sejumlah SPBU di Kota Timika. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh para pedagang eceran untuk meraup keuntungan.

Di sejumlah kios pengecer BBM, harga Pertalite yang biasanya dijual 20.000 per botol air kemasan mengalami kenaikan signifikan bahkan hingga mencapai 50.000 per botol air kemasan. "Ini sudah terjadi beberapa hari, susah sekali mencari Pertalite di Timika. Kalaupun ada yang jual, bisa sampai 50.000 per botol," kata salah satu warga yang ditemui di Jalan Yos Sudarso Timika saat mengantre BBM di SPBU setempat, Senin.

Saat ini terdapat lima SPBU yang beroperasi di Timika yaitu SPBU Kilometer 9 Jalan Poros Timika-Mapurujaya, SPBU Nawaripi, SPBU Jalan Hasanuddin, SPBU Jalan Yos Sudarso, dan SPBU SP2.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.