Upaya Repatriasi Keris Bersejarah dari Luar Negeri
📅 Sabtu, 23 Mei 2026, 23:45 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa pemerintah terus mengupayakan repatriasi keris-keris yang bersejarah dari luar negeri.
"Sejumlah keris sekarang ini kita mintakan kembali repatriasi karena merupakan keris-keris bersejarah yang menjadi ageman tokoh-tokoh perjuangan ketika itu," katanya dalam acara peringatan Hari Keris Nasional di Museum Pusaka TMII, Jakarta, Sabtu.
Keris bersejarah yang berusaha dipulangkan dari luar negeri, menurut dia, antara lain keris milik Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bonjol serta keris-keris dari Bali dan Lombok yang dibawa ke luar negeri pada masa penjajahan.
"Kita perlu minta ini sebagai bagian dari upaya memulihkan kedaulatan budaya," katanya.
Fadli menyampaikan bahwa proses repatriasi mencakup penelitian asal-usul untuk memastikan status kepemilikan benda budaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebagian besar sudah kembali, sebagian masih tersisa. Mudah-mudahan ke depan melalui provenance research (penelitian asal-usul) antara kita dengan negeri Belanda dan beberapa negara lain kita bisa mengembalikan ini," katanya.
Fadli menyatakan bahwa tidak semua koleksi keris yang ada di luar negeri akan dipulangkan ke Indonesia, karena ada juga koleksi keris yang diperoleh secara sah dan menjadi bagian dari koleksi museum atau institusi di negara lain.
Menurut dia, pemerintah saat ini fokus pada benda budaya yang diduga merupakan hasil rampasan perang atau bagian dari praktik kolonialisme pada masa lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Yang merupakan rampasan perang ketika itu, bagian dari rampasan kolonialisme, kita akan kembalikan," katanya.
Fadli mengatakan bahwa keris merupakan warisan budaya Nusantara yang telah diakui sebagai bagian dari warisan budaya tak benda dunia sejak tahun 2005.
"Keris ini jelas bukan impor dari negara lain. Keris ini asli dari Indonesia, asli dari Nusantara," katanya, menambahkan, keberadaan keris sejak abad ke-8 telah terpahat pada relief candi di Indonesia.
Menteri Kebudayaan pada 19 April 2025 menetapkan tanggal 19 April sebagai Hari Keris Nasional.
Tanggal itu dipilih karena bertepatan dengan pelaksanaan kongres pertama Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) di Surakarta pada 19 April 2006.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!