Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Genjot Daya Saing IKM, Kemenperin Gandeng Kampus Perkuat Kualitas SDM

📅 Senin, 06 Okt 2025, 14:57 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Genjot Daya Saing IKM, Kemenperin Gandeng Kampus Perkuat Kualitas SDM Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen meningkatkan daya saing pelaku industri kecil dan menengah (IKM) melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Upaya tersebut ditempuh melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kalangan akademisi dari perguruan tinggi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, peningkatan kompetensi dan kualitas SDM merupakan salah satu kunci penting agar pelaku IKM dapat lebih adaptif menghadapi dinamika pasar yang semakin kompetitif. "Kami memandang bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi akan menjadi katalis dalam mencetak wirausaha tangguh, sekaligus memperkuat ekosistem IKM agar mampu naik kelas,"ungkap Menperin di Jakarta, Senin (6/10).

Senada dengan pernyataan Menperin, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menjelaskan, peningkatan kapasitas SDM sektor IKM mencakup berbagai aspek, mulai dari pengetahuan bisnis, manajemen usaha, hingga kemampuan produksi. "Masing-masing bidang ini membutuhkan kompetensi khusus, sehingga kolaborasi dengan pihak yang tepat, seperti perguruan tinggi, sangat dibutuhkan agar hasilnya lebih efektif,"tuturnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, yang direalisasikan oleh Ditjen IKMA adalah menjalin kerja sama dengan Universitas Ciputra Surabaya dalam pengembangan SDM IKM, khususnya pada komoditi kimia, sandang, dan kerajinan, dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kerja sama ini diresmikan pada Senin (22/9) di kampus Universitas Ciputra Surabaya melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Ditjen IKMA, yang diwakili oleh Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan, dengan pihak Universitas Ciputra yang diwakili oleh Rektor, Wirawan Endro Dwi Radianto. Selain itu, turut ditandatangani perjanjian kerja sama dengan School of Business and Management (SBM) UC Surabaya yang diwakili oleh Dekan, Damelina Basauli Tambunan.

Kolaborasi dengan Universitas Ciputra Surabaya ini akan berfokus pada pengembangan kapasitas SDM IKM di bidang manajemen usaha. Agustus lalu, kami telah berkolaborasi dengan ISI Yogyakarta di bidang pengembangan produk fesyen dan kriya, jadi ini kolaborasi kedua Ditjen IKMA dengan perguruan tinggi di tahun 2025, ujar Dirjen IKMA.

Reni menerangkan, Universitas Ciputra Surabaya dipilih sebagai kolaborator karena selama ini dikenal sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan kewirausahaan (enterpreneurship), sehingga diharapkan dapat membantu IKM binaan Ditjen IKMA menjadi wirausaha tangguh dan mampu menghadapi tantangan bisnis saat ini.

Ditjen IKMA dan Universitas Ciputra Surabaya sama-sama memiliki visi bahwa bila IKM lokal memiliki kepiawaian dalam berwirausaha, akan membawa dampak positif bagi roda perekonomian ke lingkungan sekitar dan pada akhirnya dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Kami harap visi tersebut dapat terwujud lebih nyata melalui kolaborasi ini, imbuhnya.

Nilai Entrepreneurship

Rektor Universitas Ciputra Surabaya, Wirawan Endro Dwi Radianto, menyambut baik sinergi ini. Menurutnya, kolaborasi dengan Kemenperin merupakan wujud nyata pentahelix antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan media. "Sejalan dengan visi Kampus Berdampak, kami akan terus menguatkan nilai-nilai entrepreneurship agar dapat menghadirkan kontribusi nyata bagi industri dan masyarakat Indonesia," tuturnya.

Sementara itu, Budi Setiawan menambahkan, kerja sama dengan SBM UC Surabaya akan diwujudkan dalam berbagai program pembinaan, seperti pendampingan, bimbingan teknis, magang, inkubasi bisnis, hingga layanan konsultasi dan penelitian. "Pengetahuan manajemen usaha sangat vital bagi IKM, karena bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga agar mereka bisa naik kelas,"jelasnya.

Budi menegaskan, kerja sama ini akan dipantau dan dievaluasi secara berkala guna memastikan efektivitas program serta mengukur dampaknya terhadap peningkatan kualitas dan daya saing IKM nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.