Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Candi Kendalisodo, Jejak Spiritual di Lereng Penanggungan

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 02:08 WIB | Oleh:

Lebih dari sekadar tempat bertapa, Candi Kendalisodo juga merupakan bagian dari jalur suci di Gunung Penanggungan. Bersama sejumlah situs lain seperti Candi Yudha, Candi Bayi, dan Candi Belahan, ia membentuk jaringan tempat suci yang dipercaya merepresentasikan perjalanan spiritual manusia dari kehidupan duniawi menuju kesempurnaan rohani. Tidak mengherankan jika hingga kini, kawasan ini masih sering didatangi para peziarah, pencinta sejarah, hingga pencari ketenangan batin.

Di era modern, ketika masyarakat di sekitarnya bukan lagi menganut kepercayaan tersebut namun Candi Kendalisodo tidak kehilangan pesonanya. Ia tetap berdiri dengan tenang, menyimpan kisah masa lalu sekaligus menjadi pengingat akan kearifan leluhur yang menjunjung tinggi nilai kesederhanaan, kesabaran, dan pencarian makna hidup.

Bagi para pengunjung yang datang, perjalanan menuju candi ini bukan hanya perjalanan fisik menapaki jalur hutan dan tanjakan Gunung Penanggungan. Lebih dari itu juga perjalanan batin yang mengajak untuk merenung dan mengenal diri sendiri lebih dalam.

Bagi masyarakat saat ini Candi Kendalisodo bukan sekadar situs arkeologis. Situs ini cermin kebijaksanaan masa lalu, tempat lahirnya kekuatan dari kesunyian, dan warisan spiritual yang tetap relevan hingga kini.

Di tengah hiruk pikuk dunia modern, keberadaannya mengingatkan bahwa dalam diam, manusia dapat menemukan kekuatan sejati kekuatan yang lahir dari kendali atas diri sendiri. Candi ini seperti mengingatkan manusia akan pencarian makna hidup yang sesungguhnya.

Bangunan Candi Kendalisodo yang terbuat dari batu andesit diperkirakan didirikan pada masa Majapahit, sekitar abad ke-14 hingga ke-15 Masehi bukan sebagai tempat pemujaan massal. Selain untuk “mendekatkan” kepada sang penguasa candi ini berfungsi sebagai petirtaan dan pertapaan.

Lebih dari sekadar tempat bertapa, Candi Kendalisodo juga merupakan bagian dari jalur suci di Gunung Penanggungan. Bersama sejumlah situs lain seperti Candi Yudha, Candi Bayi, dan Candi Belahan, Candi ini membentuk jaringan tempat suci.

Di era modern, Candi Kendalisodo tidak kehilangan pesonanya. Ia tetap berdiri dengan tenang, menyimpan kisah masa lalu sekaligus menjadi pengingat akan kearifan leluhur yang menjunjung tinggi nilai kesederhanaan, kesabaran, dan pencarian makna hidup. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Tujuan Wisata Kawasan Belit...

Piala Dunia, Iran Lawan Selandia Baru, Laga “Pelengkap”

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Iran Lawan Sel...
Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Siapkan...
Megapolitan
Pembangunan Bogor Akan Mend...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.