Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq: Penting, Aksi Nyata Penyelamatan Danau

📅 Kamis, 02 Okt 2025, 08:05 WIB | Oleh:
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq: Penting, Aksi Nyata Penyelamatan Danau Doc: istimewa
Ket. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Dr. Hanif Faisol Nurofiq saat memberikan keterangan kepada media di sela peringatan Hari Danau Dunia atau World Lake Day yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (1/10).

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Dr. Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya aksi nyata dalam penyelamatan danau di Indonesia, bukan hanya 15 danau prioritas, tetap juga danau-danau besar yang ada.

“Puncak peringatan Hari Danau Dunia ini jangan hanya sebatas seremoni saja melainkan harus menjadi gerakan bersama untuk melakukan penyelamatan danau. Selama ini kita kurang aktif dalam proses penyelematan danau-danau tersebut,” ujar Menteri LH Hanif Faisol saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Danau Dunia atau World Lake Day yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (1/10).

Dalam sambutannya, Menteri Hanif Faisol menyorotikondisi 15 danau prioritas yang dinilainya belum baik secara fisik, meskipun secara administratif menunjukkan angka yang baik. Menteri menyoroti perbedaan antara data administratif dan kondisi lapangan yang terlihat di media sosial.

Kondisi Rawa Pening, Rawa Danau, dan Sungai Mahakam juga menjadi perhatian. Karena itu, Menteri Hanif menekankan pentingnya mereview langkah-langkah yang telah dilakukan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk 12 kementerian yang mendukung upaya penyelamatan danau prioritas nasional.

“Dalam kesempatan ini saya mengajak seluruh pihak terkait untuk mengaktifkan diri dan memberikan perhatian lebih terhadap kondisi danau-danau di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Kemudian pentingnya menjaga catchment area untuk mempertahankan fungsi ekosistem danau,” ujar Menteri Hanif.

Terkait kondisi danau-danau besar di Indonesia, Menteri Hanif menyinggungdegradasi lingkungan di daerah tangkapan air dan dampaknya pada kualitas air danau. Disebutkan, degradasi lingkungan di daerah tangkapan air menyebabkan sedimentasi tinggi, penggunaan pestisida, dan budidaya keramba jaring apung yang memperburuk kualitas air danau.

Begitu jugafungsi waduk, jauh yang diharapkan akibat kurangnya perhatian pada catchment area. “Waduk-waduk kehilangan fungsi karena kurangnya perhatian pada catchment area, yang mempengaruhi kinerja fungsi ekosistem danau,” tambah Menteri Faisol.

Menteri LH Hanif Faisol menekankan, melalui Peringatan Hari Danau Dunia ini, di berharap, pihak terkait, terutama Kepala Dinas yang melingkupi bidang ini, baik di Dinas PU, di Dinas Kehutanan, di Dinas Lingkungan Hidup, Balitbangda, Bapenda. Kemudian teman-teman perkebunan, pokja-pokja yang sudah dibentuk. “Mulai sekarang, ayo kita mulai mengaktifkan diri. Kondisi danau kita tidak sedang baik-baik saja. Danau kita memang memerlukan perhatian kita semua. Kita mengusulkan tidak hanya danau prioritas yang harus kita tangani,” ajak Menteri Hanif.

Arah Baru PenyelamatanDanau

Dalam hubungan ini, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup, telahmenyusun arah baru penyelamatandanaudiIndonesia, khususnya di 15 Danau Prioritas Nasional. Ada lima langkah besar yang ingin diempuh:

1. Berbasis data ilmiah dan daya dukung lingkungan—seperti dalam pengendalian KJA di Danau Toba (target 3.333 petak dari 11.827 yang ada).

2. Memastikan kepatuhan terhadap batas sempadan dan tata ruang, seperti di Danau Maninjau dan Danau Singkarak yang telah memiliki regulasi khusus.

3. Menguatkan peran daerah dan penegakan hukum terhadap perambahan, okupasi ilegal, dan pencemaran.

4. Menjaga spesies endemik dan mengendalikan spesies asing invasive, seperti di Danau Matano, Sentarum, dan Tempe.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

13 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

18 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.