Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gletser Swiss Menyusut 25 Persen dalam 10 Tahun Terakhir

📅 Kamis, 02 Okt 2025, 12:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gletser Swiss Menyusut 25 Persen dalam 10 Tahun Terakhir Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Foto ini diambil dari wilayah Jungfrau ini menunjukkan Gletser Eiger di Pegunungan Alpen Bernese, Swiss (1/10/2024).

JENEWA - Gletser Swiss telah kehilangan seperempat volumenya dalam 10 tahun terakhir, dengan lebih dari 1.000 gletser kecil telah lenyap.

Demikian diungkapkan GLAMOS, jaringan pemantau gletser di Swiss, dan Komisi Swiss untuk Observasi Kriosfer (Swiss Commission for Cryosphere/SCC) dari Akademi Ilmu Pengetahuan Swiss pada Rabu (1/10).

Sementara itu, hampir 3 persen volume gletser hilang di seluruh Swiss pada 2025, menandai tingkat penyusutan tertinggi keempat sejak pengukuran dimulai, di bawah angka tahun 2022, 2023, dan 2003, ungkap GLAMOS dan SCC dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa meskipun 2025 ditetapkan sebagai Tahun Pelestarian Gletser Internasional, musim dingin dengan kedalaman salju yang rendah dikombinasikan dengan gelombang panas pada Juni dan Agustus menyebabkan pencairan gletser secara besar-besaran di Swiss.

Cadangan salju dari musim dingin habis pada paruh pertama Juli dan massa es mulai mencair lebih awal dari biasanya.

Secara spesifik, gletser di bawah ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut mengalami penurunan yang cukup signifikan pada 2025.

Beberapa gletser mengalami penurunan ketebalan es melebihi 2 meter. Sementara, gletser lain yang mengalami penurunan lebih rendah berkurang ketebalannya sekitar 1 meter.

"Berkurangnya gletser secara terus-menerus juga berkontribusi terhadap ketidakstabilan gunung.Hal ini dapat menyebabkan kejadian seperti di lembah Lotschental, di mana longsoran batu dan es mengubur Desa Blatten," ujar Direktur GLAMOS Matthias Huss.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Indonesia Tertinggal 0-2 dari Tiongkok

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Tertinggal 0-2 da...
Olahraga
Atlet Angkat Besi Saatnya U...
Megapolitan
Enam Desa Wisata Ditetapkan...
Advertisement
Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.