Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fraksi Golkar MPR RI Soroti Distribusi Ketimpangan Distribusi 20 Persen Anggaran Pendidikan

📅 Kamis, 02 Okt 2025, 07:50 WIB | Oleh:
Fraksi Golkar MPR RI Soroti Distribusi Ketimpangan Distribusi 20 Persen Anggaran Pendidikan Doc: dok
Ket. Ketua Fraksi Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng

JAKARTA - Fraksi Golkar MPR RI merumuskan kembali anggaran pPendidikan untuk mewujudkan amanat konstitusi menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Fraksi Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, menyoroti ketimpangan distribusi 20 persen anggaran pendidikan dari APBN. Menurutnya, porsi anggaran masih jauh dari rasa keadilan bagi seluruh siswa di Indonesia.

“Anggaran pendidikan kita tahun 2025 mencapai Rp 724 triliun. Tapi untuk pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, hanya Rp 91,4 triliun untuk 64 juta siswa. Sedangkan anggaran kedinasan untuk 13 ribu orang mencapai Rp104,5 triliun. Apakah ini adil?” tegas Mekeng di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, sebagian besar anggaran lainnya mengalir ke program strategis dan transfer daerah yang tidak langsung menyentuh pendidikan. Padahal, menurutnya, konstitusi jelas mengamanatkan 20 persen APBN dan APBD untuk pendidikan. Namun, banyak daerah tidak memenuhi ketentuan tersebut.

Mekeng juga menyoroti kondisi pendidikan di daerah tertinggal seperti NTT, daerah pemilihannya. Ia menemukan sekolah tanpa toilet meski menampung ratusan murid, guru honorer dibayar Rp 250 ribu per bulan dengan tunggakan 9 bulan, hingga sarana dan prasarana yang sangat minim.

“Kalau kita mau wujudkan Indonesia Emas 2045, maka anggaran pendidikan harus benar-benar menyasar kebutuhan anak-anak bangsa, bukan tersedot untuk kedinasan. Saya minta Presiden Prabowo dan Menteri Keuangan mengalokasikan anggaran kedinasan dari pos lain, bukan dari porsi pendidikan,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Mekeng, 24 persen anak di Indonesia tidak bersekolah, hanya 22 persen yang tamat SD, dan lulusan S1 hingga S3 hanya 4,8 persen. Sisanya adalah lulusan SMP, SMA, dan SMK.

“Kalau kita tidak bergerak dari sekarang, yang ada bukan Indonesia Emas, tapi Indonesia Cemas,” pungkas Mekeng.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.