Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BKPM Sesumbar: Hilirisasi Bisa Tarik Investasi Jumbo 618 miliar dolar AS, Siap-siap Kaget!

📅 Kamis, 02 Okt 2025, 21:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
BKPM Sesumbar: Hilirisasi Bisa Tarik Investasi Jumbo 618 miliar dolar AS, Siap-siap Kaget! Doc: ANTARA-HO-Mind ID
Ket. Ilustrasi - Salah satu kegiatan operasional BUMN Holding Industri Pertambangan Mining Industry Indonesia atau Mind ID.

JAKARTA – Program hilirisasi sebenarnya bukan cuma soal mengolah bahan mentah jadi produk bernilai tambah, tapi juga soal menciptakan daya tarik baru buat investasi.

Dengan adanya hilirisasi, investor nggak lagi melihat Indonesia hanya sebagai sumber bahan baku, tapi juga sebagai pasar produksi yang bisa menghasilkan margin lebih besar.

Arus investasi bisa mengalir ke pembangunan pabrik, infrastruktur pendukung, hingga transfer teknologi yang ujungnya membuka lapangan kerja. Tapi tantangannya, investor butuh kepastian regulasi, ketersediaan energi, dan ekosistem usaha yang efisien.

Hilirisasi itu kayak magnet: makin konsisten arah kebijakan dan dukungannya, makin kuat pula daya tarik Indonesia di mata investor.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu memproyeksikan program hilirisasi dapat merealisasikan investasi hingga 618 miliar dolar AS.

Ia mengatakan pemerintah telah menyiapkan peta jalan (roadmap) hilirisasi investasi yang mencakup 28 komoditas, di antaranya mineral, gas bumi, kelautan, hingga kehutanan.

"Apabila konsep downstream-nya bisa terlaksana, itu ada angka sekitar 618 miliar dolar AS, yang bisa kita wujudkan dalam realisasi investasi. Karena ini memang sudah kita hitung, dan kita membuat roadmap," ujar Todotua di Jakarta, Kamis (2/10).

Todotua menjelaskan terdapat beberapa komoditas yang diutamakan untuk downstream atau hilirisasi, yakni nikel, bauksit, tembaga dan emas.

Menurutnya, komoditas tersebut memiliki sumber daya yang melimpah di tanah air dan cukup strategis.

Lebih lanjut, kebijakan hilirisasi ini akan diterapkan secara bertahap, salah satunya dengan menghentikan ekspor bahan mentah.

Bahan mentah tersebut, akan diolah di dalam negeri sampai menjadi produk akhir.

"Komoditas yang memiliki jumlah source yang besar nikel, bauksit, kemudian timah, cooper, kemudian gold. Ini kita tahu bahwa komoditas-komoditas yang cukup strategis dan memang ini kita dorong nikel punya success story yang cukup baik. Kita dorong terus ekosistemnya," jelas Todotua.

Sementara itu, pemerintah tahun ini memiliki target investasi sebesar Rp1.900 triliun.

Todotua menyebut pada semester I 2025 telah tercapai Rp1.000 triliun, sehingga sisa di semester II 2025 ditargetkan sebesar Rp900 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
AS Dukung Dialog Langsung a...
Ekonomi
Pakar: Pangan dan Rupiah Ja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.