Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menpar: Danau Toba Kaya Sejarah Budaya

📅 Sabtu, 27 Sep 2025, 16:50 WIB | Oleh:
Menpar: Danau Toba Kaya Sejarah Budaya Doc: Kementerian Pariwisata
Ket. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana

JAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Danau Toba merupakan warisan Batak yang kaya sejarah, kepercayaan, dan budaya. Menurutnya, keberadaan Danau Toba telah ada di dalam manuskrip Batak.

"Danau Toba bukan hanya sebagai tempat destinasi biasa. Tapi juga merupakan warisan Batak yang telah tercatat dalam manuskrip dan artefaknya,'' kata dia dalam internasional webinar 'Quo Vadis Manuskrip dan Artefak Batak' via Zoom, Jumat (26/9).

Ia menjelaskan, bahwa warisan tersebut menjadikan daya tarik unik bagi pengunjung untuk menjelajahi Danau Toba. Sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah masyarakat Batak kepada dunia.

Ia menilai bahwa Danau Toba merupakan aset pariwisata Indonesia yang menjadi bagian penting ekosistem destinasi. Riaknya air mampu membawa pengetahuan, cerita, dan nilai-nilai yang memperkaya pengalaman pengunjung.

"Mereka datang ke Danau Toba untuk melihat dan menghargai kekayaan alam dan makna budayanya. Danau Toba mampu membawa pengetahuan, cerita, dan nilai-nilai budaya Indonesia," ujar Menpar Widiyanti.

Ia menyampaikan, warisan Danau Toba dan juga manuskrip Batak telah tersimpan dan menjadi koleksi di seluruh dunia. Hal ini juga menjadi peluang bagi pengunjung untuk menjelajahi Danau Toba.

Senada dengan Menpar Widiyanti, Ketua Pengurus Yayasan Universitas HKBP Nommensen, Effendi Ms Simbolon pun demikian. Warisan budaya Batak sangat kata akan nilai historis, spiritual, dan kultural.

"Budaya Batak bukan hanya sebagai objek akademis. Melainkan leluhur yang kaya akan nilai historis, spiritual, dan kultural," ujar dia.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti keberadaan manuskrip Batak yang tersimpan di museum dan perpustakaan di luar negeri. Khususnya di Jerman, Belanda, dan Denmark.

Koleksi terbesar banyak terdapat di Eropa, sementara di Indonesia hanya terdapat replika atau jumlah yang lebih sedikit. Ia mengkhawatirkan manuskrip Batak sulit diakses masyarakat, bahkan berisiko hilang bila tanpa upaya pelestarian dan repatriasi.

Dalam melindungi warisan leluhur, pihaknya akan berupaya untuk merevitalisasi dan melestarikan tradisi ini. Salah satunya melalui kegiatan seperti webinar tentang manuskrip dan artefak Batak.

"Ada banyak artefak dan manuskrip Batak yang tersebar di luar negeri. Kita akan berupaya mengenal, melindungi, karena ini merupakan warisan leluhur yang berharga," ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.