Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada! BSSN Ungkap Bahaya Laten Peretasan Portal Pemerintah yang Bisa Berujung Kerentanan Baru

📅 Jumat, 26 Sep 2025, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada! BSSN Ungkap Bahaya Laten Peretasan Portal Pemerintah yang Bisa Berujung Kerentanan Baru Doc: Antara
Ket. Kepala BSSN RI Letjen TNI (Purn) RI Nugroho Sulistyo Budi memberikan keterangan usai menghadiri kegiatan Rakerda dan Komdiphoria 2025 Diskominfo se-Kalsel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (25/9),

Banjarbaru - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi mengingatkan bahwa mengabaikan peretasan situs dan portal pemerintahan akan membuka celah kerentanan baru bagi peretas untuk mengakses data-data rahasia.

“Kalau abai dengan standar keamanan data, kerentanan baru akan muncul berbagai serangan siber,” kata Nugroho dalam Rakerda dan Komdiphoria 2025 Diskominfo se-Kalsel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (25/9).

Dia menekankan bahwa kerentanan akan selalu ada baik dari oknum luar negeri maupun dari dalam negeri yang berupaya mengakses data-data penting negara.

“Sehingga perlu memitigasi setiap terjadi peretasan hingga mengkalkulasi potensi risiko ke depan agar celah kerentanan yang baru tidak terbuka. Saya rasa ini adalah pekerjaan yang tidak ada hentinya,” ujarnya.

Terlebih lagi, kata Nugroho, terkait Zero Day Attack sebuah ancaman potensial jenis serangan siber yang memanfaatkan vulnerability dalam perangkat keras yang mana sistem itu belum diketahui oleh pengembang.

Dia menjelaskan kerentanan serangan siber itu belum ditemukan saat sistem dibangun, karena baru bisa ditemukan ditemukan oleh orang yang memang pekerjaan sehari-hari meneliti.

“Serangan siber ini begitu ditemukan, dijadikan celah menyerang sistem dan aplikasi,” ungkapnya.

Dalam menghadapi berbagai ancaman serangan siber, Nugroho mengatakan perlu langkah hati-hati dengan terlebih dahulu mengisolasi kerentanan, kemudian menguji kemana saja jalur kerentanan akan mengakses sumber data.

Menurut dia, tidak semua sistem serangan siber tampil di rubrik BSSN saat mengakses langsung karena ada sistem backup, data senter hingga penghubung, jadi semua harus diuji celah kerentanan mulai dari tahap pertama hingga seterusnya.

“Jadi jangan abai dengan peretasan. Yang pasti kami di BSSN selalu monitor celah kerentanan. Kami juga bersinergi dengan pemerintah di daerah dan instansi lainnya untuk memitigasi potensi kerentanan serangan siber terhadap situs pemerintah kita,” ujar Nugroho.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
PBB Desak Investigasi Seran...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.