Preview La Liga Spanyol : Simeone dan Atletico Hadapi Ujian Berat Lawan Real di Derby Madrid
📅 Jumat, 26 Sep 2025, 09:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
MADRID, SPANYOL- Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone terkenal enggan berbicara jauh ke depan. Namun, saat Atletico Madrid menjamu Real Madrid dalam Derby Madrid di La Liga, Minggu (28/9) dini hari WIB, sulit baginya untuk tidak menoleh ke belakang sekaligus mengintip ke depan.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada bulan Maret lalu di babak 16 besar Liga Champions. Kala itu, Atletico tersingkir setelah penalti Julian Alvarez dalam adu tos-tosan dianulir secara kontroversial karena dianggap menendang bola dua kali.
Insiden tersebut memicu kekecewaan mendalam di kubu Rojiblancos. Sejak saat itu, performa mereka anjlok dan musim berjalan tak terkendali. Bahkan, bisa dibilang mereka belum sepenuhnya pulih hingga kini.
Atletico memasuki derby keenam musim ini dengan posisi tertinggal sembilan poin dari Real Madrid yang memuncaki klasemen. Bila kalah dari tim asuhan Xabi Alonso yang sejauh ini menyapu bersih kemenangan, peluang Atletico bersaing di jalur juara tampak makin menipis.
Padahal, Atletico jor-joran di bursa transfer musim panas. Mereka mendatangkan Alex Baena, David Hancko, dan Thiago Almada dengan total belanja lebih dari 175 juta euro (3,5 triliun rupiah).
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami ingin bangkit dengan cara terbaik yang kami bisa,” kata Simeone setelah timnya menang dramatis 3-2 atas Rayo Vallecano, Rabu (25/9).
“Kami akan menghadapi laga yang sangat berat melawan tim yang selalu menang dan punya banyak pemain hebat di dalam skuadnya.”
Pekan ini, Simeone mencatatkan rekor sebagai pelatih terlama yang menukangi klub La Liga, sejak pertama kali datang pada Desember 2011. Bersamanya, Atletico menikmati masa-masa terbaik: dua kali lolos ke final Liga Champions (2014, 2016), meski kalah dari Real, serta meraih dua gelar La Liga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, setelah juara liga pada 2021, performa Atletico terus menurun. “Tim ini harus berevolusi sesuai level klub,” aku Simeone pada Agustus lalu.
Sementara itu, Real Madrid juga sedang memasuki fase evolusi. Xabi Alonso ditunjuk menggantikan Carlo Ancelotti pada musim panas. Jika menang akhir pekan ini, Alonso akan menyamai rekor Vanderlei Luxemburgo dengan tujuh kemenangan beruntun di awal musim La Liga (2005).
Kylian Mbappe menjadi motor utama sukses Madrid. Striker Prancis itu memimpin daftar top skor dengan tujuh gol, melanjutkan tren tajamnya sejak akhir musim lalu.
Atletico justru kerap kesulitan memaksimalkan peluang. Baru pada tengah pekan lalu mereka mendapat dorongan berkat hat-trick pertama Julian Alvarez sepanjang kariernya, yang kini mengoleksi empat gol liga.
“Julian adalah pemain terbaik yang kami miliki. Kami harus menjaganya agar bertahan lama di Atletico,” ujar Simeone.
“Ia harus membantu tim, dan tim juga harus membantunya berkembang lebih baik. Setiap kali ia mencetak gol, dia membuat perbedaan besar bagi kami.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!