Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pramono Anung Wajibkan Semua Lahan Pemprov DKI Dibangun Mixed Use, Hunian sampai Co-Working Space!

📅 Jumat, 26 Sep 2025, 17:30 WIB | Oleh:
Pramono Anung Wajibkan Semua Lahan Pemprov DKI Dibangun Mixed Use, Hunian sampai Co-Working Space! Doc: Istimewa

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa seluruh lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ke depan akan dikembangkan dengan konsep mixed use. Artinya, satu bangunan akan memiliki berbagai fungsi sekaligus, mulai dari hunian, ruang usaha, hingga fasilitas umum.

“Sekarang saya sudah sudah memutuskan fasilitas atau tanah yang dimiliki oleh DKI, semua bangunannya harus mixed use,” ujar Pramono saat memberikan materi Kuliah Umum Komunikasi Publik Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta Menuju Kota Global di Auditorium Pascasarjana Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Jumat (26/9/2025).

Menurutnya, pembangunan fasilitas seperti lapangan sepak bola tidak boleh hanya memiliki satu fungsi. Ia mencontohkan jika tetap ingin membangun lapangan, maka bisa dibuat indoor dengan tambahan fungsi lain di lantai atasnya.

“Kalau mau, bisa lapangan sepak bola indoor. Lantai 3–4 dipakai co-working space untuk anak-anak muda. Lantai 5 ke atas hunian untuk kelas menengah ke atas, karena dekat SCBD,” jelasnya.

Pramono menuturkan bahwa penerapan konsep mixed use akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Untuk kawasan padat penduduk menengah bawah seperti Cilincing dan Tanjung Priok, Jakarta Utara, bangunan bisa difungsikan sekaligus untuk pendidikan, olahraga, dan hunian bersubsidi.

“Saya meminta lantai 1–2-nya adalah SD, 3-nya untuk olahraga, kalau di daerah yang seperti Cilincing, Priok, dan sebagainya ke atasnya adalah untuk masyarakat dan kita subsidi,” tutur Pramono.

Ia menegaskan strategi pembangunan berbasis mixed use akan membuat pemanfaatan lahan lebih efisien. Selain itu, langkah ini diyakini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai fasilitas di satu tempat.

Pramono juga menekankan bahwa konsep ini dapat membantu meringankan beban warga, termasuk dalam urusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan manfaat ganda dari pembangunan yang lebih terintegrasi.

“Dengan cara seperti ini mudah-mudahan akan meringankan, termasuk soal PBB. Tantangan pemerintah adalah memastikan keadilan akses,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Busyet… 150 Roda Dua Dika...
Olahraga
Pelatih Mengeklaim, Tim Pan...
Luar Negeri
Asean Mulai Kerepotan denga...
Olahraga
Liverpool Didesak Datangkan...

Liga Inggris, Fulham Tak Mampu Menyamai Chelsea

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Liga Inggris, Fulham Tak Ma...

Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Fiorentina Tanpa Ampun Diba...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.