Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Bandung Bentuk Satgas Terpadu untuk Pastikan Masalah Warga Cepat Tertangani

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 15:30 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Bentuk Satgas Terpadu untuk Pastikan Masalah Warga Cepat Tertangani Doc: Humas Kota Bandung
Ket. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membentuk Satgas Reaksi Cepat Terpadu sebagai langkah baru dalam mempercepat penanganan berbagai persoalan masyarakat di tingkat wilayah.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan pada peringatan Hari Tani Nasional 2025 di Pendopo Kota Bandung, Rabu (24/9).

Satgas ini dikomandoi langsung oleh wali kota dengan dukungan camat, lurah, serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Tugasnya bukan hanya merespons aduan masyarakat, tetapi juga memantau, mengantisipasi, hingga menyelesaikan masalah di tingkat RT dan RW.

“Satgas cepat terintegrasi ini akan turun langsung ke lapangan, berjejaring hingga kecamatan dan kelurahan. Semua OPD terlibat, tidak ada kerja sektoral lagi. Masalah sekecil apapun akan ditangani secara struktural,” ujar Wali Kota Farhan.

Menurut dia, satgas juga akan menyisir seluruh RW di Kota Bandung. Dalam masa kepemimpinannya, targetnya 1.597 RW didatangi satu per satu, bukan sekadar untuk mendengar keluhan, melainkan juga memetakan potensi ekonomi, sosial, dan sumber daya manusia.

“Dalam setiap kunjungan, kita ingin melihat peluang ekonomi, masalah sosial, sampai kondisi SDM di wilayah itu. Jadi bukan potensi politik yang dicari, tapi potensi yang bisa meningkatkan kesejahteraan warga,” kata dia.

Wali Kota Farhan menyebut, satgas ini memastikan keadilan pembangunan. Ia menilai pertumbuhan ekonomi Kota Bandung yang cukup tinggi tidak boleh hanya dinikmati segelintir orang.

“Ekonomi kita tumbuh 5,42 persen, lebih tinggi dari Jawa Barat maupun nasional. Tapi jangan sampai pertumbuhan itu hanya dinikmati oleh orang-orang di puncak gunung kesejahteraan. Satgas ini hadir agar pertumbuhan juga dirasakan masyarakat di kaki gunung,” ungkap dia.

Ia mencontohkan, pelayanan pendidikan, kesehatan, hingga urusan administrasi kependudukan sering kali memunculkan persoalan di lapangan. Dengan adanya satgas, setiap kendala bisa ditangani cepat melalui koordinasi terpadu antar-OPD. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Mahasiswa Kedokteran UNNES ...

Lotus Care Jadi Layanan Unggulan untuk Tuberkulosis

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lotus Care Jadi Layanan Ung...

UI Tuan Rumah Rakor Humas Protokol Perguruan Tinggi

57 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
UI Tuan Rumah Rakor Humas P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.