Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Biak Latih Keterampilan Warga OAP Mengolah Beras Analog Sagu

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 12:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Biak Latih Keterampilan Warga OAP Mengolah Beras Analog Sagu Doc: ANTARA 
Ket. Asisten II Sekretaris Daerah Otto Wanggai (batik oranye) didampingi Kadisperindag Y Usior (no 2 kanan) memperlihatkan contoh beras analog berbahan dari sagu,Kamis (25/9).

BIAK – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua, memberikan pelatihan ketrampilan bagi 30 warga orang asli Papua (OAP) tentang pengolahan beras analog berbahan sagu dalam rangka memperkuat ketahanan pangan daerah.

"Melalui pelatihan mengolah sagu dijadikan beras analog juga dapat meningkatkan perekonomian keluarga OAP di kampung," ujar Asisten II Sekretaris Daerah Biak Numfor Otto Wanggai, Kamis (25/9).

Diakuinya, bahan beras analog berbahan sagu berlimpah dan tumbuh di berbagai tempat di Biak Numfor.

Dengan adanya pelatihan pengolahan beras analog, menurut Wanggai, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga tetapi bisa dijual sehingga mendapatkan uang.

Wanggai berpesan 30 warga OAP sebagai peserta pelatihan ketrampilan pengolahan beras analog dapat memanfaatkan kesempatan belajar mengolah bahan sagu menjadi makanan keluarga.

"Pemkab Biak Numfor sangat berterima kasih dengan OPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah membuka peluang ekonomi buat warga OAP," kata Wanggai menyampaikan pesan langsung Bupati Markus.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Y Usior mengharapkan, keluarga OAP peserta pelatihan pengolahan sagu menjadi beras analog dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan beras analog berbahan sagu.

"Setelah selesai mengikuti pelatihan diharapkan para keluarga OAP bisa menambah ilmu pengetahuan dan ketrampilan sehingga dapat memproduksi beras analog untuk kebutuhan masyarakat di Kabupaten Biak Numfor," katanya.

Usior menyebut potensi tanaman sagu di Biak sekitarnya sangat melimpah sehingga perlu dimanfaatkan dengan baik menjadi pangan lokal.

Kepala Badan Inovasi Riset Daerah Yohanis Insiden mengapresiasi inovasi teknologi diberikan pemerintah untuk melatih keterampilan warga OAP mengelola potensi sagu menjadi beras analog bergizi.

"Kami Badan Riset Inovasi Daerah terus mendorong kekayaan potensi daerah dapat diolah menjadi sumber protein gizi untuk kebutuhan tumbuh kembang anak OAP sehat,cerdas dan berkarakter," kata Yohanis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
    Goblok. Orderan saja ga pernah dikasih jika ga ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Erdogan Ajak Mesir Bergabun...
Luar Negeri
Korsel Buka Jalan Damai den...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.