Praktik Bisnis Berkelanjutan makin Meluas, 17 Pemenang KEHATI ESG Award 2025 Diumumkan
📅 Jumat, 01 Agu 2025, 08:24 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA– Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) resmi memilih 17 perusahaan sebagai pemenang KEHATI ESG Award 2025, penghargaan tertinggi bagi para pelaku industri keuangan, khususnya pasar modal, dalam investasi berbasis Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environmental, Social and Governance/ESG).
Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI Riki Frindos mengaku optimistis terkait praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia. Keyakinan itu berasal dari para investor, para fund manager, para bank, para startup companies, yang menyadari bahwa bisnis yang berkelanjutan, bisnis yang bertanggung jawab adalah bisnis yang pedulikan lingkungan dan masyarakat, bahwa memberikan dampak positif kepada masyarakat, dan lingkungan adalah bagian dari membangun competitive edge dari bisnis-bisnis mereka.
Karena memang seperti Pak MS Halim sering bilang, lingkungan dan ekonomi tidak perlu dipertentangkan. "Yang ada adalah kepentingan ekonomi sekompok dengan kepentingan ekonomi masyarakat banyak. Yang ada adalah kepentingan ekonomi hari ini, jangka pendek, dengan kepentingan ekonomi yang berkelanjutan hingga di masa yang akan datang,"ucap Riki dalam acara KEHATI ESG Award 2025 di Jakarta, Kamis (31/7) malam.
Jadi Riki menjelaskan, kalau ada aktivitas ekonomi yang merugikan masyarakat, yang merusak, merusak pencemaran, sebetulnya adalah kepentingan ekonomi di satu pihak, yang dibiayai oleh perusahaan ekonomi di pihak lain, di pihak masyarakat. Kalau aktivitas ekonomi mengeksploitasi sumber daya alam (SDA) kita, melebihi daya dukung kapasitas dari alam kita, sebetulnya keuntungan ekonomi hari ini jangka pendek dengan mengambil hak, dengan merampas, merampok hak-hak generasi di masa yang akan datang, anak dan cucu kita. "Jadi menurut saya, isu lingkungan tidak hanya sekedar mengenai pohon yang ditebang, karbon emisi atau profit and loss, tetapi mendasar lagi adalah tentang nilai-nilai, tentang moral sebetulnya,"ungkap Riki
Riki menganalogikan bagaimana coba orang tua yang tega merampas, merampok hak-hak buat anak cucunya sendiri di masa yang akan datang. Jadi bagi saya isu lingkungan tidak bisa disesakan dengan isu-isu moral. "Oleh karena itu, malam ini Ibu Bapak mari kita bersama-sama mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, apresiasi, rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada insah bisnis dan keuangan sebagai besar yang ada di ruangan ini yang memilih menjadi teladan, memberikan teladan, yang memilih teguh istiqollah berjalan di jalan yang lurus, jalan yang hijau,"ucapnya lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mereka menjadi pengawal masa depan Indonesia dan mereka menjadi benteng moral bangsa Indonesia. Malam ini kita dengan kerendahan hati memberikan penghargaan IG Award kepada mereka-mereka ini,"tambah Riki
Adapun penghargaan yang sudah diselenggarakan selama 3 tahun terakhir sejak tahun 2023 ini diumumkan dalam Malam Penghargaan KEHATI ESG Award 2025 yang diadakan secara offline dan daring di Soehanna Hall The Energy Building SCBD Jakarta, pada Kamis 31 Juli 2025.
Apresiasi ini terbagi atas tujuh kategori dari empat sektor utama yakni Sektor Capital Market (Best Listed Company dan Best Investor), Sektor Impact Investment (Best Impact Entrepreneur dan Best Investor on Impact Investment), Sektor Debt and Project Financing (Best Issuer/Borrower dan Best Investor/Creditor) dan Best Facilitator.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan tahapan seleksi sejak awal Maret dan penilaian terakhir periode 21-30 Juni serta tahapan sidang panel pada awal Juli, dewan juri menetapkan para pemenang sebanyak 17 perusahaan/institusi dari tujuh kategori dan empat sektor.
Riki mengatakan, penghargaan tertinggi di bidang ESG ini bertujuan untuk memberikan penghargaan tertinggi di bidang ESG kepada para pelaku industri keuangan dan pasar modal terbaik yang mengintegrasikan ESG dalam proses bisnis dan investasinya.
"Award ini juga digelar sebagai upaya KEHATI, yang selama lebih dari tiga dekade berdiri dan mengelola serta menyalurkan dana hibah 200 juta dollar AS lebih kepada sekitar 1.500 LSM lokal ini, untuk ikut mendorong perkembangan ESG di semua aspek pasar modal dan keuangan di Indonesia,"ungkapnya
Riki menjelaskan secara global terjadi peningkatan dana kelolaan (asset under management/AUM) terkait dengan ESG. Di Indonesia sendiri tren ESG telah meningkat drastis. Per akhir 2024, total dana kelolaan bertemakan ESG mencapai 9 triliun rupiah.
Tantangan ESG
Hanya saja, Riki mengatakan ada beberapa tantangan investasi ESG yang juga disoroti Bank Dunia dan perlu di atasi bersama, di antaranya banyak perusahaan belum wajib melaporkan data lengkap ESG. Begitu pula banyak dana/produk yang mengklaim ‘ramah lingkungan’ tapi belum memberikan bukti nyata sehingga greenwashing menjadi isu utama.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!