Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Sebut Anak-anak Gaza Terperangkap dalam Zona Kematian

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 21:15 WIB | Oleh:
PBB Sebut Anak-anak Gaza Terperangkap dalam Zona Kematian Doc: AFP

NEW YORK - Di Gaza, selama hampir dua tahun, rata-rata satu anak tewas setiap jam, menyebabkan anak-anak terperangkap dalam "zona kematian", demikian disampaikan kepala urusan kemanusiaan PBB pada Rabu (24/9).

Under-Secretary-General PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat sekaligus pejabat senior PBB Tom Fletcher mengatakan dunia yang tanpa hukum, tanpa martabat, dan tanpa harapan tidak boleh diwariskan kepada anak-anak.

Dalam sebuah acara di sela-sela Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum PBB (United Nations General Assembly/UNGA), Fletcher mengatakan para pekerja kemanusiaan harus diberi akses untuk menjangkau perempuan, anak-anak, dan warga lanjut usia di Gaza, yang "tidak bisa hidup dari sekadar pernyataan keprihatinan."

"Di Gaza, anak-anak yang beruntung tidur di tenda," ujarnya. "Di Gaza, tempat-tempat penampungan dibom, dan sekolah menjadi tempat yang mengerikan, merampas hak pendidikan lebih dari 700.000 anak."

Fletcher menuturkan penderitaan anak-anak tidak hanya terjadi di Gaza tetapi juga di Tepi Barat, di mana anak-anak menghadapi tingkat kekerasan yang semakin meningkat, termasuk oleh para pemukim.

Fletcher mengatakan dunia yang tanpa hukum, tanpa martabat, dan tanpa harapan tidak boleh diwariskan kepada anak-anak. "Kita tidak perlu memilih antara memerangi antisemitisme dan menuntut Israel untuk mematuhi hukum yang sama seperti negara lain," katanya, seraya menambahkan bahwa dunia harus bersatu untuk menyerukan gencatan senjata.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan operasi militer Israel terus berlanjut di seluruh Jalur Gaza, termasuk di beberapa kawasan permukiman di Gaza City, di mana orang-orang dilaporkan tewas dan terluka serta infrastruktur mengalami kerusakan. Otoritas kesehatan Gaza telah memperingatkan bahwa bahan bakar sangat dibutuhkan untuk generator rumah sakit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (23/9) melaporkan bahwa kekerasan yang meningkat di sekitar Rumah Sakit Al-Rantisi dan Rumah Sakit Ophthalmic di Gaza City membuat kedua fasilitas tersebut tidak berfungsi, tidak aman, dan tidak dapat diakses, memaksa para pasien dan staf mengungsi demi keselamatan.

"Dengan ratusan ribu orang masih berada di Gaza City dan sejumlah fasilitas kesehatan yang ditutup, lebih banyak nyawa akan hilang," ungkap WHO.

Dari awal tahun ini hingga pertengahan September, WHO menyebut pihaknya mencatat 145 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Gaza, dengan lebih dari 100 tenaga kesehatan tewas.

OCHA melaporkan bahwa para mitranya menyebutkan orang-orang terus mengungsi dari Gaza City ke arah selatan menuju Deir al-Balah dan Khan Younis. Pada Senin (22/9), 20.000 orang, banyak di antaranya berjalan kaki, melewati pos pemantauan di Deir al-Balah dan Khan Younis. PBB dan para mitranya mendistribusikan roti dan air kepada sebagian pengungsi yang melewati pos tersebut.

"Badan-badan kemanusiaan terus melakukan segala upaya untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan di seluruh Jalur Gaza, baik di wilayah utara maupun selatan," papar OCHA, demikian Xinhua. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.