Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OECD Proyeksikan Perlambatan Ekonomi Global di 2025 dan 2026

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 01:00 WIB | Oleh:
OECD Proyeksikan Perlambatan Ekonomi Global di 2025 dan 2026 Doc: istimewa
Ket. Organization for Economic Cooperation and Development (OECD)

Paris - Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global diproyeksikan akan melambat dari 3,3 persen pada 2024 menjadi 3,2 persen pada 2025, dan melambat lebih lanjut menjadi 2,9 persen pada 2026, kata Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD) dalam laporan Economic Outlook terbarunya yang dirilis pada Selasa (23/9).

Seperti dikutip dari Antara, OECD menyampaikan bahwa revisi penurunan dari perkiraan sebelumnya mencerminkan berakhirnya "front-loading" dalam perdagangan dan dampak kenaikan tarif yang lebih tinggi serta ketidakpastian kebijakan yang berkelanjutan, yang menekan investasi dan perdagangan global.

Meskipun prospek pertumbuhan ekonomi global dalam jangka menengah diperkirakan melemah, pertumbuhannya pada H1 2025 menunjukkan ketahanan yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya, terutama di banyak emerging market.

Produksi industri dan perdagangan mengalami dorongan sementara karena perusahaan-perusahaan mempercepat pengiriman barang sebelum diberlakukannya kenaikan tarif.

Sejak Mei, AS secara tajam menaikkan tarif bilateral terhadap hampir seluruh mitra dagangnya. OECD memperkirakan tarif efektif AS telah naik menjadi 19,5 persen per akhir Agustus, yang merupakan level tertinggi sejak 1933.

Laporan tersebut memperingatkan bahwa risiko terhadap prospek ekonomi masih tetap tinggi.

Faktor-faktor yang berpotensi memicu perlambatan pertumbuhan meliputi eskalasi tarif lebih lanjut, tekanan inflasi yang kembali meningkat, meningkatnya kekhawatiran fiskal, serta ketidakstabilan pasar keuangan.

Bagi AS, pertumbuhan PDB diproyeksikan akan menurun dari 2,8 persen pada 2024 menjadi 1,8 persen pada 2025, dan menurun lebih lanjut menjadi 1,5 persen pada 2026.

Meskipun investasi yang kuat di sektor teknologi tinggi memberikan dorongan positif bagi perekonomian AS, efek tersebut tertahan oleh dampak negatif dari kebijakan tarif serta penurunan imigrasi bersih.

Di kawasan euro, PDB diproyeksikan akan tumbuh sebesar 1,2 persen pada 2025 dan 1,0 persen pada 2026. Meskipun kondisi kredit yang lebih longgar memberikan dukungan tertentu, gesekan perdagangan dan ketidakpastian geopolitik diperkirakan akan membatasi momentum pertumbuhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.