Harapan Bagi Pasien Cedera Otak Kronis
📅 Selasa, 23 Sep 2025, 07:40 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: ANDREW WINNING/AFP
SETIAP 40 detik, satu orang di Amerika Serikat mengalami stroke. Bagi penyintas jenis stroke yang paling umum, yang disebut stroke iskemik, hanya sekitar 5 persen yang pulih sepenuhnya. Sebagian besar lainnya menderita masalah jangka panjang, termasuk kelemahan, nyeri kronis, atau epilepsi.
Satu dari empat orang dewasa menderita stroke seumur hidup, meninggalkan sekitar setengahnya dengan kerusakan sisa seperti kelumpuhan atau gangguan bicara karena pendarahan internal atau stroke iskemik akibat kekurangan pasokan oksigen yang membunuh sel-sel otak secara permanen.
Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terhambat, biasanya karena gumpalan darah atau penyempitan pembuluh darah. Hal ini menyebabkan sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi, menyebabkan beberapa sel mati dan yang lainnya mengubah aktivitasnya.
Kini, para ilmuwan di Gladstone Institutes dan perusahaan pengobatan regeneratif SanBio telah menunjukkan bahwa terapi sel yang berasal dari sel punca dapat memulihkan pola aktivitas otak normal pasca-stroke.
Meskipun sebagian besar perawatan stroke harus diberikan segera setelah stroke agar memberikan manfaat, terapi sel ini efektif pada tikus bahkan ketika diberikan satu bulan kemudian.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saat ini belum ada perawatan yang dapat diberikan beberapa minggu atau bulan setelah stroke untuk mencegah gejala jangka panjang, jadi ini sangat menarik,” kata Peneliti Gladstone, Jeanne Paz, PhD, yang memimpin studi baru yang diterbitkan dalam Molecular Therapy. “Temuan kami menunjukkan bahwa titik waktu ini belum terlambat untuk melakukan intervensi dan membuat perbedaan,” katanya.
Sel punca termodifikasi yang digunakan dalam penelitian ini telah dikembangkan secara klinis selama lebih dari satu dekade untuk mengobati stroke dan cedera otak traumatis.
Uji klinis telah menunjukkan bahwa, pada beberapa pasien, sel punca dapat membantu orang mendapatkan kembali kendali atas lengan dan kaki mereka. Namun, para ilmuwan belum yakin perubahan apa di otak yang berkontribusi pada perbaikan gejala ini. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!