Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengancam Sulut, Simak Daftar Wilayahnya

📅 Senin, 22 Sep 2025, 21:18 WIB | Oleh:
Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengancam Sulut, Simak Daftar Wilayahnya Doc: ANTARA/Karel A Polakitan
Ket. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan enam wilayah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara berpotensi cuaca ekstrem.

MANADO - Enam wilayah di Sulawesi Utara diprediksi mengalami cuaca ekstrem pada Selasa (23/9). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow Utara, dan Kepulauan Talaud. Fenomena ini dipicu Siklon Tropis Ragasa di Laut Filipina Timur serta peningkatan uap air akibat anomali suhu laut, yang memperkuat pertumbuhan awan hujan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan harian," kata Koordinator Bidang Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Astrid Y Lasut di Manado, Senin.

Diperkirakan potensi cuaca ekstrem tersebut terjadi di Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kabupaten Kepulauan Talaud, pada Selasa (23/9).

Sementara cuaca cerah hingga hujan ringan hingga Minggu (28/9) dapat terjadi Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, dan Kabupaten Minahasa Tenggara.

Selanjutnya, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Astrid menjelaskan ada Siklon Tropis Ragasa di Laut Filipina Timur Pulau Luzon, sebelah utara - timur laut Tahuna, sehingga menimbulkan hujan dengan intensitas sedang – lebat dan angin kencang di wilayah Sulawesi Utara.

Sementara nilai anomali temperatur permukaan laut di rentang 0,5 – 2,5 derajat Celsius menunjukkan penambahan massa uap air di sekitar perairan Sulawesi Utara.

Belokan angin (shearline) dan konvergensi, lanjut dia, berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sulawesi Utara.

Sedangkan, labilitas lokal yang kuat mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di beberapa wilayah provinsi ujung utara Pulau Sulawesi tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Olahraga
Tamat Sudah, Indonesia Dili...
Advertisement
Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.