Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS: Ekspor Papua Barat Daya Anjlok 66,24 Persen pada Januari-Mei 2026, Industri Pengolahan Jadi Penyebab

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPS: Ekspor Papua Barat Daya Anjlok 66,24 Persen pada Januari-Mei 2026, Industri Pengolahan Jadi Penyebab Doc: Antara
Ket. Kepala BPS Provinsi Papua Barat Merry saat ditemui awak media di Manokwari.

Manokwari - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut pelemahan kinerja industri pengolahan menjadi faktor utama yang menekan ekspor Provinsi Papua Barat Daya sepanjang Januari-Mei 2026, sehingga nilai ekspor mengalami penurunan 66,24 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kepala BPS Papua Barat Merry saat konferensi pers di Manokwari, Papua Barat, Rabu (1/7), mengatakan nilai ekspor Papua Barat Daya periode Januari-Mei 2026 tercatat sebanyak 6,57 juta dolar AS atau turun dari 19,46 juta dolar AS pada periode Januari-Mei 2025.

“Penurunan tersebut dipicu melemahnya ekspor sektor industri pengolahan yang memberikan andil penurunan terbesar, yakni mencapai 73,03 persen,” kata Merry.

Meski demikian, menurut Merry, kinerja ekspor Papua Barat Daya mulai menunjukkan perbaikan pada Mei 2026 dengan nilai ekspor mencapai 1,32 juta dolar AS atau meningkat 37,69 persen dibandingkan April 2026 yaitu 0,96 juta dolar AS.

Namun, lanjutnya, secara tahunan nilai ekspor Papua Barat Daya pada Mei 2026 masih mengalami penurunan sebesar 17,60 persen apabila dibandingkan periode Mei 2025. Seluruh ekspor pada Mei 2026 berasal dari komoditas nonmigas.

“Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mencatat pertumbuhan 26,83 persen sehingga sedikit menahan penurunan ekspor secara keseluruhan," ujar Merry.

Ia mengatakan bahwa Jepang masih menjadi negara tujuan utama ekspor Papua Barat Daya selama Januari-Mei 2026 dengan nilai mencapai 1,95 juta dolar AS atau sekitar 29,66 persen dari total ekspor pada periode tersebut.

“Posisi berikutnya ditempati Tiongkok sebesar 1,19 juta dolar AS dan Amerika Serikat sebesar 1,11 juta dolar AS, dengan komoditas utama berupa ikan dan udang,” ujar  Merry.

Ia menyebut nilai impor kumulatif Papua Barat Daya sepanjang Januari-Mei 2026 tercatat sebesar 0,57 juta dolar AS, meningkat dibandingkan periode Januari-Mei 2025 yang belum mencatat aktivitas impor.

“Seluruh impor merupakan barang nonmigas berupa bahan baku atau barang penolong yang didatangkan dari Tiongkok,” katanya.

Ia mengatakan Papua Barat Daya masih membukukan surplus neraca perdagangan pada Januari-Mei 2026 sekitar 6 juta dolar AS, meski lebih rendah dibandingkan surplus sebesar 19,46 juta dolar AS pada periode Januari-Mei 2025 akibat melemahnya kinerja ekspor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.