Rupiah Kian Tertekan: The Fed Main ‘Aman’ Bikin Pasar Gelisah
📅 Jumat, 19 Sep 2025, 17:59 WIB | Oleh: Tim PenulisMenurut dia, rendahnya daya beli masyarakat dan tingginya risiko usaha membuat sektor riil belum agresif dalam melakukan ekspansi.
Hal ini menimbulkan keraguan apakah kebijakan pemerintah melalui penempatan dana di perbankan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, mengingat kondisi saat ini berbeda jauh dengan tahun 2021
"Kebijakan dana pemerintah yang disimpan ke perbankan, akan meningkatkan pertumbuhan kredit seperti yang pernah dilakukan pada tahun 2021, namun pasar tetap tidak percaya dengan pernyataan menteri tersebut karena kondisi 2021 berbeda jauh dengan 2025," kata Ibrahim.
Sebagai informasi, dana Rp200 triliun bukan bersumber dari dana darurat, melainkan sisa anggaran pemerintah yang belum dibelanjakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penarikan Rp200 triliun dari sisa anggaran lebih (SAL) Rp250 triliun pada 2025 dan 2026 di Bank Indonesia itu juga bisa berpotensi menggerus cadangan fiskal pemerintah, sehingga tidak akan memadai untuk memberi talangan bagi belanja APBN saat penerimaan pajak terlambat masuk.
Menimbang sejumlah faktor tersebut, untuk perdagangan awal pekan depan, Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif, namun cenderung melemah di rentang Rp16.600-Rp16.660 per dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!