Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Awas! Dana Asing Rp8,12 Triliun Keluar dalam Hitungan Hari, Sinyal Bahaya untuk Pasar Keuangan RI

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 23:10 WIB | Oleh:
Awas! Dana Asing Rp8,12 Triliun Keluar dalam Hitungan Hari, Sinyal Bahaya untuk Pasar Keuangan RI Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja
Ket. Petugas keamanan melakukan penjagaan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Capital outflow atau aliran modal asing keluar mencerminkan berkurangnya kepercayaan investor terhadap prospek pasar domestik, baik karena faktor global seperti kenaikan suku bunga The Fed maupun risiko domestik seperti ketidakpastian kebijakan.

Fenomena ini berpotensi menekan nilai tukar, mempersempit ruang likuiditas, dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan.

Jika berlangsung terus-menerus, capital outflow bisa mengganggu stabilitas makroekonomi, sehingga perlu diantisipasi dengan kombinasi kebijakan moneter, fiskal, dan upaya menjaga iklim investasi yang kondusif.

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik sebesar Rp8,12 triliun pada pekan ketiga bulan ini yakni periode transaksi 15-18 September 2025.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (19/9), merinci bahwa terdapat modal asing keluar bersih di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masing-masing sebesar Rp5,49 triliun dan Rp2,79 triliun.

Namun, terdapat modal asing masuk bersih di pasar saham sebesar Rp0,16 triliun. Dengan demikian, modal asing keluar bersih menjadi sebesar Rp8,12 triliun.

Sejak awal tahun ini hingga 18 September 2025, modal asing keluar bersih di pasar saham dan SRBI masing-masing sebesar Rp59,73 triliun dan Rp119,62 triliun. Sedangkan modal asing masuk bersih di pasar SBN sebesar Rp41,82 triliun.

Premi risiko investasi (credit default swaps/CDS) Indonesia 5 tahun tercatat naik dari 67,72 basis poin (bps) per 12 September 2025 menjadi 70,17 bps per 18 September 2025.

Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis di level Rp16.550 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (19/9), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Kamis (18/9) yang berada di level Rp16.500 per dolar AS.

Adapun indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah ke level 97,35 pada akhir perdagangan Kamis (18/9).

DXY merupakan indeks yang menunjukkan pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang negara utama antara lain euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.

Imbal hasil atau yield SBN 10 tahun tercatat naik ke level 6,29 persen pada Jumat (19/9) pagi, dari sebelumnya 6,27 persen pada akhir perdagangan Kamis (18/9).

Sementara imbal hasil US Treasury Note 10 tahun naik ke level 4,104 persen pada akhir perdagangan Kamis (18/9).

Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.