Kerusuhan Alor Jangan Sampai Meluas. Brimob Terluka, Aparat Gunakan Peluru Hampa dan Gas Air Mata
📅 Kamis, 18 Sep 2025, 12:49 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
KUPANG – Semua harus menjaga ketenangan agar Alor tetap damai. Jangan sampai kerusuhan meluas. Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan sebanyak 200 personel dari Polda NTT dikerahkan (BKO) untuk membantu pengamanan di Alor akibat konflik antarpemuda Rabu (17/9) kemarin.
"Kami sudah kerahkan personel ke Kota Kalabahi, Alor untuk membantu pengamanan," katanya di Kupang, Kamis. Hal ini disampaikannya usai peresmian sumur bor bantuan Kapolda NTT di Kelurahan Liliba, Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kapolda mengaku aparat keamanan baik TNI maupun Polri telah bahu-membahu menjaga dan mengembalikan situasi dan kondisi di daerah itu sehingga kondusif. Konflik antarpemuda yang terjadi Rabu (17/9) kemarin mengakibatkan tujuh orang luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit karena terkena lemparan dan barang tajam.
Seorang anggota Brimob bernama Bharada AM, setempat terkena panah warga yang berkonflik dan sempat ditangani oleh petugas medis. Aparat kepolisian setempat sempat menggunakan tembakan peluru hampa dan gas air mata, sehingga dua kelompok pemuda yang berselisih bisa dipukul mundur.
Tindakan ini menunjukkan profesionalisme aparat dalam menghadapi situasi darurat tanpa menimbulkan korban jiwa yang fatal. Kapolda juga berharap agar semua pihak yang berselisih dapat menahan diri dan tidak terprovokasi dengan konflik yang ada. Dia mengajak semua pihak di Alor untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan di daerah itu dengan baik sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Inspektur Jenderal Polisi Rudi Darmoko mengimbau warga yang berselisih untuk menahan diri dan tidak terprovokasi di tengah bentrokan antarpemuda di Kabupaten Alor yang masih terjadi hingga Rabu siang.
"Pihak-pihak yang berselisih agar menahan diri dan jangan sampai terprovokasi,” kata Kapolda. Hal ini disampaikan Kapolda berkaitan konflik antarpemuda di Kabupaten Alor yang berujung diturunkan sejumlah personel Polri dan TNI untuk meredam konflik di Kota Kalabahi, Kabupaten Alor.
Kapolda mengatakan sejumlah personel kepolisian dan TNI sedang berusaha melakukan pengamanan untuk mencegah semakin meluasnya konflik antarpemuda. Konflik ini bermula dari keluarnya surat undangan ajakan untuk perang terbuka oleh pemuda dari Kampung Welai Barat kepada pemuda dari Kampung Wetabua di Kabupaten Alor yang dijadwalkan Rabu siang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Surat undangan perang terbuka itu tersebar di masyarakat karena adanya kasus penganiayaan sebelumnya di antara kedua kelompok pemuda tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!