Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AI akan Ubah Perdagangan Global

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 02:30 WIB | Oleh:
AI akan Ubah Perdagangan Global Doc: AFP/JOEL SAGET
Ket. Ngozi Okonjo-Iweala

JENEWA - Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat meningkatkan nilai perdagangan barang dan jasa hingga hampir 40 persen pada tahun 2040, tetapi tanpa kebijakan yang memadai, hal itu juga dapat memperburuk kesenjangan ekonomi, sebuah laporan terbaru dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memperingatkan hal tersebut pada Rabu (17/9).

Biaya perdagangan yang lebih rendah dan peningkatan produktivitas dapat mendorong peningkatan substansial dalam perdagangan dan PDB pada tahun 2040, dengan perdagangan global diproyeksikan meningkat sebesar 34-37 persen dalam berbagai skenario, menurut Laporan Perdagangan Dunia WTO.

PDB global juga dapat meningkat sebesar 12-13 persen, kata laporan itu.

"AI bisa menjadi titik terang bagi perdagangan di lingkungan perdagangan yang semakin kompleks," ujar Wakil Direktur Jenderal WTO, Johanna Hill, mengomentari laporan tahunan yang menganalisis tren dalam sistem perdagangan multilateral.

Mengakui adanya turbulensi saat ini dalam sistem perdagangan dunia, Hill mencatat bahwa AI sedang membentuk kembali masa depan ekonomi global dan perdagangan internasional, dengan potensi untuk mengurangi biaya perdagangan dan meningkatkan produktivitas.

Aturan perdagangan global, yang diatur oleh lembaga pengawas yang berpusat di Jenewa, Swiss, telah menghadapi gangguan besar tahun ini menyusul serangkaian tarif oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Laporan tersebut menyoroti bagaimana bisnis dapat mengurangi biaya dalam logistik, kepatuhan peraturan, dan komunikasi.

"Teknologi penerjemahan berbasis AI dapat mempercepat dan menghemat biaya komunikasi, khususnya menguntungkan produsen dan pengecer kecil karena memungkinkan mereka berekspansi ke pasar global," demikian menurut laporan tersebut.

Kemajuan semacam itu dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekspor di negara-negara berpendapatan rendah hingga 11 persen, asalkan mereka meningkatkan infrastruktur digitalnya.

Perdalam Kesenjangan

Namun laporan tersebut juga memperingatkan bahwa tanpa investasi yang ditargetkan dan kebijakan yang inklusif, AI dapat memperdalam kesenjangan yang ada.

"Dampak pengembangan dan penerapan AI menimbulkan kekhawatiran bahwa banyak pekerja, dan bahkan seluruh perekonomian, akan tertinggal," kata laporan itu.

Direktur Jenderal WTO, Ngozi Okonjo-Iweala, mengatakan para pembuat kebijakan perlu mengelola transisi ke AI dengan hati-hati.

"AI dapat menjungkirbalikkan pasar tenaga kerja, mentransformasi beberapa pekerjaan sekaligus menggantikan yang lain. Mengelola pergeseran ini membutuhkan investasi dalam kebijakan domestik untuk meningkatkan pendidikan, keterampilan, pelatihan ulang, dan jaring pengaman sosial," ujar Okonjo-Iweala saat perilisan laporan tersebut di Jenewa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Nasional
Momen Tak Biasa! 361 Person...
Megapolitan
Kabar Baik Buat Pencari Ker...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.